Akurat Logo

Terbang Jauh dari Laos, RNS Football Club  Bidik Juara di Indonesia 

Zainal Hasan | 22 Agustus 2026, 00:02 WIB
Terbang Jauh dari Laos, RNS Football Club  Bidik Juara di Indonesia 
Pelatih RNS Football Club, Kalouna Souvannamethy, saat ditemui di ajang Garuda International Cup 2026 di ASIOP Training Ground, Sentul, Jawa Barat, Jumat (21/8/2026).

AKURAT.CO, Garuda International Cup (GIC) 2026 menghadirkan pengalaman baru bagi RNS Football Club.

Klub asal Laos tersebut untuk pertama kalinya ambil bagian dalam turnamen sepakbola usia muda yang digelar di Indonesia.

Pelatih RNS Football Club, Kalouna Souvannamethy, mengaku keputusan datang ke Indonesia bukan tanpa pertimbangan.

Ketertarikan terhadap GIC 2026 justru bermula dari informasi yang mereka temukan melalui media sosial.

Kalouna Souvannamethy mengatakan bahwa pihaknya menemukan informasi mengenai GIC melalui Facebook.

Dari sana, ketertarikan untuk merasakan langsung atmosfer turnamen di Indonesia mulai tumbuh.

"Kami melihat Garuda International Cup di Facebook dan sangat tertarik. Kami belum pernah datang ke Indonesia sebelumnya, jadi ini menjadi pengalaman pertama kami," kata Kalouna di ASIOP Training Ground, Sentul, Jawa Barat, Jumat (21/8/26).

Keputusan tersebut sekaligus membuka pengalaman internasional baru bagi para pemain RNS Football Club.

Sebelumnya, tim asal Laos itu sudah memiliki pengalaman mengikuti turnamen di sejumlah negara, termasuk China.

https://www.akurat.co/bola/884076/fakhri-husaini-sebut-gic-turnamen-untuk-pemain-masa-depan-indonesia

Namun, Indonesia menjadi destinasi yang berbeda bagi RNS Football Club. Kalouna melihat GIC 2026 sebagai kesempatan untuk menguji kemampuan pemainnya menghadapi lawan dari berbagai negara.

"Setiap tim di sini sangat bagus. Setiap negara memiliki tim yang kuat sehingga tidak mudah bagi kami. Kami harus berjuang dan terus berusaha," ujarnya.

Persaingan yang ketat justru menjadi bagian yang dinilai positif oleh Kalouna. Menurut dia, para pemain mendapatkan kesempatan untuk merasakan pertandingan dengan level persaingan yang berbeda dari kompetisi yang biasa mereka ikuti di Laos.

Selain persaingan di lapangan, Kalouna juga memberikan perhatian terhadap perkembangan sepakbola usia muda di negaranya.

Ia menyebut Laos kini mulai serius membangun fondasi sepakbola melalui pengembangan akademi.

"Untuk anak-anak muda, sekarang kami memiliki banyak akademi di Laos. Kami terus membangun akademi untuk pemain muda dan melakukannya langkah demi langkah," tutur Kalouna.

Menurutnya, proses tersebut menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan kualitas sepak bola Laos.

Ia optimistis pembinaan pemain usia muda akan membawa perubahan dalam beberapa tahun ke depan.

"Saya pikir di masa depan sepakbola Laos akan meningkat dan menjadi lebih berkembang dibandingkan sekarang," katanya.

Di GIC 2026, RNS Football Club juga tidak sekadar ingin menjadi peserta. Kalouna menyimpan ambisi untuk membawa timnya melangkah sejauh mungkin, termasuk memburu gelar juara.

Meski demikian, pelatih asal Laos itu menyadari target tersebut tidak akan mudah diwujudkan. Banyak tim kuat dari berbagai negara yang juga memiliki ambisi serupa.

"Kami tentu ingin menjadi juara, tetapi itu tidak mudah karena persaingannya sangat ketat. Kami akan melihatnya secara bertahap, satu pertandingan ke pertandingan berikutnya," ucap Kalouna.

Bagi RNS Football Club, GIC 2026 pada akhirnya bukan hanya soal mengejar trofi.

Turnamen ini menjadi kesempatan untuk menguji keberanian, menambah pengalaman internasional, sekaligus melihat sejauh mana perkembangan pemain muda mereka ketika berhadapan dengan tim-tim dari negara lain.

"Kami akan menjalani setiap pertandingan dan berusaha memberikan yang terbaik," kata Kalouna.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.