Akurat Logo

Pupuk Indonesia Dorong Anak Muda Terjun ke Sektor Pertanian

Andi Syafriadi | 22 Agustus 2026, 00:57 WIB
Pupuk Indonesia Dorong Anak Muda Terjun ke Sektor Pertanian
Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi (Tengah) bersama Andy F. Noya (Kanan) - AKURAT.CO/ANDOY

AKURAT.CO Regenerasi menjadi salah satu tantangan penting dalam menjaga keberlanjutan sektor pertanian Indonesia.

Di tengah kebutuhan memperkuat ketahanan pangan, keterlibatan generasi muda dan munculnya inovasi baru dinilai menjadi bagian penting dari masa depan sektor tersebut.

PT Pupuk Indonesia (Persero) mencoba mendorong hal itu melalui Svarna Bhumi Award 2026. Ajang yang memasuki tahun keempat penyelenggaraan ini memberikan apresiasi kepada para penggerak sektor pangan yang dinilai menghadirkan inovasi sekaligus memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi mengatakan, upaya perusahaan mendukung ketahanan pangan tidak hanya berkaitan dengan memastikan ketersediaan dan keterjangkauan pupuk. Menurut dia, keberlanjutan sektor pertanian juga membutuhkan ekosistem yang kuat serta regenerasi yang mampu menjawab tantangan pangan di masa depan.

Baca Juga: Giliran PLN dan Pupuk Indonesia Kena Sunat, Restrukturisasi Puluhan Entitas Anak

“Pupuk Indonesia percaya masa depan pangan Indonesia membutuhkan generasi penerus yang terus berinovasi dan memberikan dampak. Melalui Svarna Bhumi Award 2026, kami ingin mengangkat kontribusi para pahlawan pangan sekaligus menunjukkan kepada publik bahwa pertanian memiliki peluang dan masa depan yang besar,” ujar Rahmad di Gedung Metro TV, Jakarta Barat, Jumat (22/8/2026) malam.

Menurutnya, semakin kuat ekosistem dan regenerasi di sektor pertanian, semakin kuat pula fondasi ketahanan pangan nasional.

Svarna Bhumi Award 2026 digelar Pupuk Indonesia bersama BenihBaik.com dan Kick Andy Metro TV dengan tema “Pengabdian untuk Ketahanan Pangan Negeri”.

Tema tersebut menyoroti pentingnya kolaborasi berbagai pihak dalam menjaga ketahanan pangan. Bukan hanya petani, tetapi juga wirausaha, akademisi, inovator, hingga komunitas memiliki peran dalam mendorong perubahan di sektor pertanian dan pangan.

Juri Svarna Bhumi Award 2026, Andy F. Noya, melihat adanya perkembangan menarik dalam penyelenggaraan tahun ini. Salah satunya adalah semakin banyak generasi muda yang mulai melihat pertanian sebagai bidang yang menjanjikan untuk dikembangkan.

“Yang menarik tahun ini adalah semakin banyak anak muda yang berani memilih pertanian sebagai ruang berkarya. Mereka datang dengan pendidikan yang kuat, memanfaatkan teknologi, bahkan mulai menembus pasar ekspor. Ini memberikan harapan besar bagi regenerasi pertanian Indonesia,” kata Andy.

Pada penyelenggaraan tahun ini, penghargaan diberikan kepada lima Pahlawan Pangan, satu penerima Special Achievement, serta satu penerima Satya Pangan Loka yang dipilih oleh masyarakat.

Baca Juga: Tebusan Pupuk Subsidi Pupuk Indonesia Naik 36 Persen ke 3,4 Juta Ton per Mei 2026

Kehadiran lebih banyak finalis dari kalangan generasi muda dan akademisi juga menjadi salah satu catatan dalam ajang tersebut. Mereka membawa pendekatan baru dalam mengembangkan sektor pertanian, termasuk melalui pemanfaatan teknologi dan inovasi.

Di sisi lain, Pupuk Indonesia menyatakan terus memperkuat ekosistem pertanian melalui berbagai program keberlanjutan. Program tersebut antara lain mencakup edukasi pertanian, pemberdayaan kelompok tani, dukungan akses irigasi, serta layanan mobil uji tanah.

Layanan uji tanah tersebut ditujukan untuk membantu mendorong pemupukan yang lebih tepat sasaran, sehingga penggunaan pupuk dapat disesuaikan dengan kebutuhan lahan.

Ke depan, tambah Rahmat, Pupuk Indonesia menyatakan akan memperluas kolaborasi dengan berbagai pihak untuk mendorong lebih banyak inovasi sekaligus memperkuat keterlibatan generasi penerus di sektor pertanian.

Upaya tersebut diharapkan tidak hanya menghasilkan inovasi baru, tetapi juga menciptakan ekosistem pertanian yang mampu menarik lebih banyak anak muda untuk terlibat.

Dengan regenerasi yang berjalan dan kolaborasi lintas sektor yang semakin luas, sektor pertanian diharapkan mampu menjadi salah satu fondasi yang semakin kuat dalam menjaga ketahanan pangan Indonesia.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.