Pemprov Jawa Barat Didesak Tetap Pertahankan Tanah di Surapati

AKURAT.CO, Korps Resimen Mahasiswa Mahawarman Jawa Barat mendesak Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk mempertahankan tanah dan bangunan di Jalan Surapati 26, Kelurahan Sukaluyu, Kecamatan Cibeunying Kidul, Kota Bandung.
Pasalnya, lahan tersebut telah menjadi markas Mahawarman Jabar sejak tahun 1966.
Desakan itu muncul usai adanya gugatan dan pengambil alihan tanah dan bangunan tersebut. Atas hal tersebut, puluhan anggota Mahawarman Jabar melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung Sate Bandung, Kamis (12/10).
"Tuntutan Mahawarman adalah gedung yang kita tempati. Mahawarman yang pertama mendapatkan hak sejak tahun 1959. Ada oknum pemodal yang membiayai ahli waris yang merupakan keturunan petinggi politik biro PKI, Ir. Sakirman," ungkap Kordinator Aksi yang juga Komandan Staf Menwa Mahawarman Jabar Engkun Kurnia, di sela-sela aksi unjuk rasa.
Engkun memaparkan, ahli waris yang menuntut itu hanya memiliki sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB), yang sudah habis masa berlakunya di tahun 1980, sehingga tanah dan bangunan tersebut dikembalikan kepada negara, dengan dasar surat Badan Pertanahan Nasional Kota Bandung bernomor 610.32.73/675/V/KP/2008 tanggal 23 Mei 2008.
"Kami mempunyai hak prioritas. Gedung itu banyak sejarahnya. Kala itu pernah juga dijadikan markas Lekra, dan tentara pelajar yang kemudian merebutnya. Gedung itu diserahkan oleh Pak Mashudi (Gubernur Jabar saat itu)," jelas dia.
Oleh karena itu, Engkun berharap, Pemerintah Provinsi Jawa Barat dapat mengambil sikap terhadap permasalahan tersebut.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 5Dorongan Hak Angket Ijazah Gibran Menguat, Jokowi Mulai Panik?
- 6Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 7Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 8Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 9Presiden Prabowo Terima Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang
- 10Survei PPI: Mayoritas Publik Puas dengan Kinerja Pemerintah dan Presiden Prabowo







