Dedi Mulyadi Pastikan Anggaran Gaji Honorer Ada, Pembayaran Tunggu Arahan PAN-RB

AKURAT.CO Pemerintah Provinsi Jawa Barat membuka akses lebih luas bagi siswa dari keluarga tidak mampu untuk menempuh pendidikan di sekolah unggulan berbasis industri.
Kebijakan ini diharapkan mampu meningkatkan taraf hidup sekaligus mendorong lahirnya kelas menengah baru di daerah.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyampaikan hal tersebut usai menghadiri Forum Industri Jawa Barat di Bale Gede Pakuan.
Menurut Dedi, program tersebut diwujudkan melalui pemberian beasiswa yang saat ini menyasar 100 siswa dari keluarga kurang mampu. Ke depan, jumlah penerima ditargetkan meningkat hingga 800 siswa.
Ia menilai, kesempatan belajar di sekolah unggulan yang terhubung langsung dengan dunia industri akan membuka peluang besar bagi lulusan untuk terserap di dunia kerja, bahkan hingga menempati posisi strategis.
“Semangatnya adalah harus lahir kelas menengah baru dari Jawa Barat dari sekolah-sekolah industri unggulan. Selama ini jarang masyarakat ekonomi menengah ke bawah bisa sekolah di situ,” ujar Dedi, Jumat (24/4/2026).
Dukungan terhadap kebijakan tersebut datang dari Asosiasi Pengusaha Indonesia Jawa Barat.
Baca Juga: Tanggapi Pelemahan Rupiah, Bos Kadin: Faktor Dinamika Likuiditas Globak Bukan Fundamental Ekonomi RI
Kalangan pengusaha menilai peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi faktor kunci bagi keberlangsungan industri di daerah.
Ketua DPP APINDO Jawa Barat, Ning Wahyu Astutik, menyatakan inisiatif pemerintah sejalan dengan kebutuhan dunia usaha akan tenaga kerja berkualitas.
“Fokusnya menciptakan SDM berkualifikasi melalui sekolah gratis bagi siswa berprestasi. Nantinya mereka akan menjadi talenta yang siap mendukung kebutuhan tenaga kerja industri,” ujarnya.
Ia menambahkan, pelaku usaha mendukung penuh kebijakan yang bertujuan memperkuat kualitas tenaga kerja sekaligus mendorong pertumbuhan sektor industri di Jawa Barat.
Forum Industri Jawa Barat sendiri menjadi ruang strategis yang mempertemukan pemerintah, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan lainnya.
Berbagai isu dibahas, mulai dari kemudahan investasi, peningkatan kualitas tenaga kerja, penguatan rantai pasok lokal, hingga pengembangan industri hijau berkelanjutan.
Melalui forum ini, diharapkan lahir kesepakatan konkret untuk menjawab tantangan pembangunan industri sekaligus memperkuat daya saing Jawa Barat sebagai salah satu pusat industri nasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal










