Kampanye di Tidore, Sultan Husain Hidupkan Kembali Semangat Kepahlawanan Sultan Nuku sebagai Identitas Rakyat Maluku Utara

AKURAT.CO Ribuan warga dari berbagai penjuru Maluku Utara berkumpul di Kecamatan Soasio untuk menyambut Sultan Husain Alting Sjah, sosok yang diyakini akan mengembalikan kejayaan rakyat Maluku Utara.
Acara kampanye ini berlangsung penuh haru, mengingatkan masyarakat pada perjuangan Sultan Nuku, pahlawan Maluku yang mengusir penjajah dan membebaskan rakyatnya.
Dalam pidatonya, Sultan Tidore mengajak rakyat menghidupkan kembali semangat kepahlawanan Sultan Nuku sebagai warisan perjuangan.
“Di sini, di tanah kelahiran Sultan Nuku, kita harus menghidupkan kembali martabat dan kejayaan Maluku Utara. Kepahlawanan Sultan Nuku adalah warisan semangat yang harus kita jaga dan teruskan,” tegas Sultan Husain Alting Sjah, calon Gubernur Maluku Utara, Jumat (8/11/2024).
Baca Juga: Erick Thohir Sebut Mees Hilgers Cedera Hamstring dan Terancam Absen Bela Timnas Indonesia
Dikenal sebagai pemimpin yang teguh berpegang pada prinsip, Sultan Alting Sjah berjanji untuk melindungi rakyat dari segala bentuk penderitaan dan menolak praktik nepotisme.
Baginya, kepemimpinan adalah amanah mulia yang harus dijalankan demi kepentingan rakyat, bukan pribadi atau keluarga.
Ia menyampaikan, kepemimpinan seringkali merupakan jalan penuh tantangan dan pengorbanan.
Menjelang peringatan Hari Pahlawan pada 10 November, Sultan Alting Sjah mengajak masyarakat untuk menghormati leluhur dan menghidupkan semangat kepahlawanan Maluku Utara.
Ia berharap seluruh rakyat dapat bersatu untuk membawa kembali kejayaan dan kebanggaan di tanah mereka.
“Seperti Sultan Nuku yang mengandalkan kekuatan rakyat, saya juga yakin bahwa kekuatan sejati Maluku Utara ada pada rakyat, bukan pada kepentingan keluarga dalam pemerintahan,” ujar Sultan Alting Sjah.
Baca Juga: NBA Hari Ini: Minnesota Timberwolves Cetak 79 Poin di Paruh Kedua untuk Kalahkan Bulls
Masyarakat melihat Sultan Alting Sjah sebagai sosok pemimpin yang berani berjuang tanpa pamrih, mengorbankan diri demi kepentingan rakyat, dan tidak gentar menghadapi tantangan demi membela kebenaran dan keadilan.
Banyak yang percaya bahwa semangat perjuangan Sultan Nuku hidup kembali dalam diri Sultan Alting Sjah, sosok pemimpin yang membawa harapan untuk masa depan cerah Maluku Utara.
Di kesempatan tersebut, Sultan Alting Sjah juga mengingatkan bahwa setiap orang, apa pun profesinya, memiliki peran penting dalam membangun bangsa.
“Mau itu petani, pedagang, nelayan, guru, aparat TNI dan Polri, atau bahkan para ibu rumah tangga, mereka semua adalah pahlawan di bidang masing-masing. Mereka berjuang dalam sunyi, namun kontribusi mereka sangat berarti bagi masyarakat Maluku Utara,” ujarnya.
Sultan juga mengapresiasi peran tokoh-tokoh agama, Bawaslu, dan KPU dalam memperjuangkan demokrasi yang jujur dan adil, serta mereka yang menjaga budaya lokal dan merawat demokrasi.
Ia mengatakan, meskipun setiap orang berjuang di jalur yang berbeda, tujuan bersama adalah membangun Maluku Utara yang maju dan sejahtera.
Di akhir kampanye, Sultan Alting Sjah mengajak masyarakat untuk tidak patah semangat dalam memperjuangkan kebaikan dan kejayaan Maluku Utara.
Baca Juga: Kitabisa Luncurkan Beasiswa Tunas di Mempawah, Fokus Pendidikan dan Pelestarian Lingkungan
Ia menutup pidato dengan pesan lantang, “Sekali layar terkembang, pantang biduk surut ke pantai,” mengingatkan rakyat bahwa perjuangan harus terus dilanjutkan tanpa rasa gentar.
Tokoh muda Soasio, Abdurrahman Abu Bakar, turut hadir dan menyatakan bahwa semangat Sultan Husain Alting Sjah adalah penerus revolusi Tidore yang berlangsung 241 tahun silam. “Sejarah akan berulang, dan kami yakin Sultan Alting Sjah akan membawa Maluku Utara ke masa depan yang lebih baik, sebagaimana Sultan Zainal Abidin Sjah pernah memimpin Irian Barat,” ungkapnya dengan penuh keyakinan, menyuarakan harapan rakyat Tidore yang rindu akan sosok pemimpin yang mengayomi dan memperjuangkan nasib rakyatnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










