Polisi Tembak Anggota Geng Motor di Semarang, IPW: Tindakan Sesuai SOP dalam Situasi Terancam

AKURAT.CO Insiden penembakan yang menewaskan seorang pelajar dalam aksi tawuran di Semarang memicu perhatian publik.
Ketua Indonesia Police Watch (IPW), Sugeng Teguh Santoso, menilai tindakan polisi yang melepaskan tembakan dapat dibenarkan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) jika petugas merasa terancam.
“Dalam situasi terdesak atau membahayakan, petugas memang diperbolehkan melepaskan tembakan untuk melumpuhkan, bukan untuk menghilangkan nyawa,” ujar Sugeng, Selasa (26/11/20124).
Ia menjelaskan, tembakan biasanya diarahkan ke bagian tubuh yang tidak mematikan, seperti kaki.
Namun, kondisi dinamis di lapangan bisa menyebabkan peluru mengenai bagian tubuh lain, seperti yang terjadi pada korban berinisial G, yang tertembak di bagian pinggang.
Baca Juga: Resmi Gabung Persis Solo, Ong Kim Swee tak Khawatir Soal Adaptasi di Indonesia
Sugeng juga menyebut, korban diduga merupakan anggota salah satu kelompok geng motor remaja, atau dikenal sebagai 'kreak,' yang terlibat tawuran di depan sebuah minimarket di Semarang Barat.
“Informasi awal menunjukkan bahwa petugas sebenarnya berniat melerai tawuran, tetapi mereka justru diserang oleh kelompok geng motor. Dalam situasi tersebut, tindakan melepaskan tembakan merupakan upaya mencegah korban lebih banyak,” tambah Sugeng.
IPW meminta masyarakat bersabar dan menunggu hasil penyelidikan Polrestabes Semarang.
"Kami mendengar bahwa sejumlah anggota geng motor telah ditetapkan sebagai tersangka. Ini menunjukkan polisi tidak bertindak sembarangan,” ujarnya.
Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Irwan Anwar, sebelumnya mengonfirmasi bahwa insiden penembakan terjadi saat polisi berupaya menghentikan tawuran antar-kelompok geng motor di Semarang Barat, tepatnya di depan Perumahan Paramount.
“Anggota kami melepaskan tembakan setelah mendapat perlawanan dari kelompok geng motor. Tindakan ini dilakukan untuk melumpuhkan situasi yang semakin tidak terkendali,” jelas Irwan.
Baca Juga: Litbang Kompas: Loyalitas Pemilih PDIP di Kandang Banteng Mayoritas Menurun
Ia menambahkan bahwa polisi telah memeriksa 12 anak yang terlibat dalam tawuran tersebut, dengan empat orang di antaranya telah ditetapkan sebagai tersangka.
Sebelumnya, laporan masuk ke kepolisian terkait tawuran yang terjadi di tiga lokasi berbeda: Kecamatan Gayamsari, Semarang Utara, dan Semarang Barat.
Tawuran tersebut melibatkan dua kelompok geng motor yang saling menyerang dengan senjata tajam.
Sugeng menekankan, tindakan polisi harus tetap diawasi agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat.
Namun, ia juga mendukung upaya tegas aparat dalam menghadapi geng motor yang sering meresahkan masyarakat.
“Tindakan tegas seperti ini harus dipahami dalam konteks mencegah eskalasi yang lebih parah. Namun, evaluasi tetap diperlukan untuk memastikan langkah aparat sesuai hukum dan SOP,” tutupnya.
Kasus ini menyoroti tantangan polisi dalam menghadapi tindak kriminal yang melibatkan kelompok remaja.
Dengan penegakan hukum yang transparan, diharapkan insiden serupa tidak terulang dan keamanan masyarakat tetap terjaga.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 3Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









