PAM Jaya: Cakupan Layanan Air Bersih di Jakarta Capai 70,29 Persen di 2024

AKURAT.CO Perusahaan Air Minum (PAM) Jaya, terus berupaya memperluas cakupan layanan air bersih di DKI Jakarta melalui jaringan perpipaan. Pada tahun 2024, cakupan layanan air siap minum di Jakarta tercatat mencapai 70,29 persen.
Angka ini disampaikan oleh Direktur Pelayanan PAM Jaya, Syahrul Hasan, dalam diskusi Balkoters Talk bertajuk "Upaya Tingkatkan Layanan Air Jakarta", di Bengkel Jurnalistik Balai Kota DKI Jakarta, ditulis Kamis (13/2/2025).
Syahrul menjelaskan, PAM Jaya berhasil meningkatkan cakupan layanan sebanyak 2 hingga 3 persen. Meski begitu, peningkatan 1 persen dalam setahun bukanlah hal yang mudah.
"Untuk mencapai 1 persen layanan dalam satu tahun, itu memerlukan kerja kolosal, terutama soal permodalan," ungkapnya.
Baca Juga: PAM Jaya Perluas Bantuan Tandon Air di Wilayah dengan Pasokan Rendah
Peningkatan cakupan layanan ini juga disertai dengan penambahan sambungan rumah (SR) sebanyak 46.196 sambungan pada 2024. Rencananya, PAM Jaya juga menargetkan 130.000 sambungan baru pada tahun 2025.
"Total pelanggan PAM Jaya telah mencapai 958.000, dengan panjang pipa yang terpasang di Jakarta mencapai 12.202 kilometer, meningkat hampir 200 kilometer dalam dua tahun terakhir," ujarnya.
Pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Pesanggrahan dan IPA Ciliwung, menjadi bagian dari upaya untuk memenuhi kebutuhan air bersih di Jakarta. IPA Pesanggrahan, yang direncanakan beroperasi pada 2026, diperkirakan akan menambah 45.000 pelanggan baru, khususnya di wilayah selatan Jakarta dan sekitar Tangerang.
Sementara IPA Ciliwung, yang mulai dibangun pada November 2023, sudah mencapai 2,25 persen progresnya. Proyek ini ditargetkan bisa menambah 15.000 pelanggan baru di sepanjang Sungai Ciliwung, seperti di Jati Padang, Pejaten Barat, dan Kebagusan.
"Tantangan terbesar dalam proyek ini adalah mengubah pandangan masyarakat terhadap air Sungai Ciliwung yang selama ini dianggap kotor. Kami yakin air dari Sungai Ciliwung bisa diproses dan layak konsumsi," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







