Akurat
Pemprov Sumsel

Tina Toon Minta Simbol Budaya Betawi Gencar Ditampilkan di Tiap Sudut Jakarta

Citra Puspitaningrum | 17 April 2025, 15:51 WIB
Tina Toon Minta Simbol Budaya Betawi Gencar Ditampilkan di Tiap Sudut Jakarta

AKURAT.CO Dinas Kebudayaan Jakarta, diminta untuk lebih gencar menampilkan simbol-simbol budaya Betawi di setiap sudut ruang Ibu Kota. Guna menanamkan rasa kecintaan terhadap tanah air dan budaya, terutama bagi kalangan pelajar dan anak muda di Jakarta.

"Kami mendorong peningkatan simbol-simbol budaya Betawi di seluruh sudut-sudut jalan protokol di DKI Jakarta," kata Wakil Ketua Komisi E DPRD Jakarta, Agustina Hermanto di Gedung DPRD Jakarta, Kamis (17/4/2025).

Wanita yang akrab disapa Tina Toon ini menegaskan, pentingnya menjaga dan memperkenalkan budaya Betawi sebagai bagian dari identitas Jakarta. Menurutnya, peran budaya harus menjadi sarana untuk membentuk karakter masyarakat Jakarta.

Baca Juga: Kuliner Legendaris di Jatinegara: Awal Mula Soto Betawi Hanya Seharga Rp250

Oleh karena itu, dia menekankan pentingnya membuka ruang partisipasi bagi komunitas seni di tingkat RW dan kelurahan untuk berkontribusi dalam program seni budaya di ruang publik.

Selain itu, Tina Toon berharap Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bisa menjalin kolaborasi dengan diaspora Indonesia di luar negeri guna memperkuat promosi budaya Betawi. Hal ini juga mencakup penyediaan kostum dan materi ajar budaya lokal untuk mendukung program tersebut.

Mantan penyanyi ciliki ini juga menyarankan Pemprov DKI, untuk melanjutkan upaya revitalisasi dan digitalisasi museum serta fasilitas budaya secara berkala dan merata, agar daya tarik kunjungan ke tempat-tempat budaya terus meningkat.

"Dengan upaya-upaya ini, diharapkan budaya Betawi semakin dikenal dan menjadi kebanggaan bagi seluruh warga Jakarta," pungkasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.