Pemda Diminta Perkuat Tata Kelola Arsip untuk Wujudkan Visi Indonesia Emas 2045

AKURAT.CO Pemerintah daerah (Pemda) diminta untuk meningkatkan tata kelola arsip sebagai bagian dari transformasi penting menuju Indonesia Emas 2045. Pengelolaan arsip yang baik dinilai mampu menjadi motor penggerak kebangkitan nasional.
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Ribka Haluk, menekankan pentingnya peran arsip dalam pembangunan nasional, terutama dalam mendukung program prioritas Presiden.
“Satu hal yang perlu kami ingatkan, bahwa dalam semangat kita menuju Indonesia Emas, di dalam quick wins Bapak Presiden itu ada satu transformasi yang penting dan harus dilakukan, yaitu di bidang tata kelola,” ujar Ribka dalam pernyataan resminya, Jumat (27/6/2025).
Untuk memastikan kesiapan tersebut, Ribka meminta Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) melakukan pengecekan menyeluruh terhadap kondisi kearsipan di 552 daerah, baik tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.
Ia menekankan bahwa 38 provinsi di Indonesia harus menjadi contoh dalam pengelolaan arsip.
“Tolong dicek, 500 sekian daerah itu harus sudah bagus. Mulailah dari 38 provinsi agar menjadi barometer bagi kabupaten dan kota lainnya,” tegasnya.
Baca Juga: Kamila Andini Terpilih sebagai Anggota The Academy, Torehkan Sejarah bagi Perfilman Indonesia
Ribka juga menyoroti negara-negara yang telah berhasil membangun sistem kearsipan modern, seperti Inggris, Prancis, Amerika Serikat, dan Vatikan.
Ia mengapresiasi kemampuan negara-negara tersebut dalam mendokumentasikan sejarah pemerintahan dan kehidupan masyarakat secara komprehensif.
“Vatikan, misalnya, sangat tertib dalam mendokumentasikan seluruh perjalanan sejarah pemerintahannya. Amerika dan negara-negara Eropa lainnya juga begitu,” ucapnya.
Di lingkungan Kemendagri sendiri, praktik pengarsipan telah dijalankan melalui Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), yang mencatat seluruh peristiwa penting kehidupan warga negara, mulai dari lahir hingga meninggal dunia.
Ribka berharap, pengelolaan arsip ke depan tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk mendukung berbagai sektor pembangunan, termasuk bidang pendidikan, serta integrasi dengan teknologi kecerdasan buatan (AI).
“Mudah-mudahan ini terus kita tingkatkan. Kami beri apresiasi kepada Arsip Nasional sebagai benteng terakhir dari semua dokumen di Indonesia, sebagai backup terakhir. Jadi jangan lupa, kepala daerah harus rajin menyimpan dan merawat arsipnya,” pungkasnya.
Baca Juga: Sorotan Partai Demokrat Soal Keunggulan Serta Tantangan Pemisahan Pemilu Nasional dan Daerah
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









