Potensi Pendapatan Parkir Bisa Capai Rp3,3 Triliun per Bulan, Tapi Hanya 2 Persen yang Masuk Bapenda

AKURAT.CO Ketua Panitia Khusus (Pansus) Parkir DPRD Jakarta, Jupiter, mengatakan potensi pendapatan dari parkir di Jakarta sangat besar. Namun, baru 2 persen sistem parkir yang terintegrasi secara real time ke Badan Pendapatan Daerah (Bapenda).
"Kami sangat menyayangkan, kenapa sampai hari ini sistem belum terhubung secara menyeluruh ke Bapenda. Padahal, integrasi real time ini krusial untuk mencegah kebocoran PAD," kata Jupiter dalam rapat pansus di Gedung DPRD Jakarta, Rabu (2/7/2025).
Menurutnya, dengan sistem yang real time, Bapenda dapat secara langsung mengetahui jumlah kendaraan yang masuk dan keluar di titik parkir. Namun yang terjadi saat ini, laporan dari operator parkir masih bersifat self-assessment, alias ditentukan sendiri oleh pihak pengelola.
Baca Juga: Pansus Catat Ada 105 Operator Parkir di Jakarta Beroperasi Tanpa Izin Resmi
"Ini sangat rawan manipulasi. Mereka bisa saja punya dua pembukuan," ujarnya.
Dia bahkan mencontohkan salah satu titik parkir di kawasan Green Indonesia. Dari data yang disampaikan operator, rata-rata ada 4.000 kendaraan parkir per hari.
Jika dihitung bergantian hingga empat kali dalam 14 jam dengan tarif Rp5.000, maka potensi pemasukan bisa mencapai Rp1,1 miliar per hari, atau Rp33,6 miliar per bulan.
"Dan itu baru satu titik. Bapenda mencatat ada 1.558 titik parkir yang dikelola operator. Jika 1.000 titik saja menghasilkan angka serupa, potensi PAD yang tidak tercatat bisa tembus Rp3,3 triliun per bulan," ungkapnya.
Dia pun mendesak Bapenda untuk segera mengakselerasi sistem integrasi digital, demi menutup celah-celah kebocoran yang selama ini terjadi. "Kami mendesak Bapenda untuk tidak lagi menunda-nunda. Ini bukan hanya soal sistem, ini soal uang rakyat yang harus diselamatkan," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







