Akurat
Pemprov Sumsel

Kronologi Kapal Tunu Pratama Jaya Tenggelam di Selat Bali, Mengangkut 65 Orang Penumpang

Shalli Syartiqa | 3 Juli 2025, 09:15 WIB
Kronologi Kapal Tunu Pratama Jaya Tenggelam di Selat Bali, Mengangkut 65 Orang Penumpang

 

AKURAT.CO Kapal Motor Penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya tenggelam di perairan Selat Bali, Rabu malam (2/7/2025).

Kapal ini berlayar dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali.

Lebih lanjut, berikut kronologi Kapal Tunu Pratama Jaya tenggelam di Selat Bali.

Kronologi Kapal Tunu Pratama Jaya Tenggelam di Selat Bali

KMP Tunu Pratama Jaya berangkat dari Pelabuhan Ketapang pada pukul 22.56 WIB.

Sekitar pukul 23.20 WIB, kapal tersebut dilaporkan mengalami gangguan mesin dan mengirimkan panggilan darurat (distress call).

Informasi awal menyebutkan bahwa kapal mengalami kebocoran di ruang mesin yang kemudian menyebabkan kapal terbalik.

Sekitar 25 menit setelah keberangkatan, kapal tersebut diduga tenggelam akibat kebocoran mesin.

Petugas jaga Syahbandar melihat kapal tersebut tenggelam pada pukul 23.35 WIB.

Kemudian, pada pukul 23.55 WIB, kapal tersebut secara resmi dilaporkan tenggelam.

Pukul 00.16 Wita, KMP Tunu Pratama Jaya meminta bantuan dan melaporkan kebocoran mesin kapal.

Tiga menit kemudian, pada pukul 00.19 Wita, KMP Tunu Pratama Jaya mengalami mati listrik (blackout).

Pada pukul 00.22 Wita, kapal KMP Tunu Pratama Jaya 3888 yang berusaha mengejar dan membantu, menginformasikan kepada LPS Gilimanuk bahwa KMP Tunu Pratama Jaya sudah terbalik dan hanyut ke arah selatan dengan titik koordinat -08°09.371', 114°25.1569.

KMP Tunu Pratama Jaya mengangkut total 65 orang, yang terdiri dari 53 penumpang dan 12 kru kapal (ABK).

Selain itu, kapal ini juga membawa 22 kendaraan.

Dari 22 kendaraan tersebut, 14 di antaranya adalah truk tronton, sementara sumber lain menyebutkan delapan truk tronton golongan tujuh.

Operasi Pencarian Kapal Tunu Pratama Jaya Tenggelam yang di Selat Bali

Setelah menerima informasi dari Syahbandar Gilimanuk, Tim dari Pos Badan Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banyuwangi, dibantu oleh Polairud dan TNI AL, segera bergerak cepat melakukan operasi pencarian dan penyelamatan.

Tim gabungan telah dikerahkan untuk melakukan pencarian sejak pukul 00.18 WIB.

Koordinator Pos SAR Banyuwangi, Wahyu Setiabudi, menyatakan bahwa tim masih fokus pada penyelamatan jiwa.

Upaya pencarian menghadapi beberapa kendala yaitu cuaca buruk, angin kencang, dan gelombang tinggi.

Ketinggian ombak di lokasi kejadian diperkirakan mencapai sekitar 2,5 meter.

Kondisi ini menyebabkan tim sulit terhubung dan menghambat proses pencarian dan evakuasi.

Tim gabungan yang terlibat dalam pencarian meliputi Pos SAR Banyuwangi, Polairud Banyuwangi, KSOP, Lanal Banyuwangi, rekan-rekan relawan, dan Basarnas dari Denpasar, termasuk Pos SAR Jembrana.

Hingga Kamis pagi (3/7/2025), tim SAR gabungan telah menemukan 22 korban.

Dari jumlah tersebut, 20 orang ditemukan selamat, sementara 2 korban lainnya meninggal dunia.

Para korban yang ditemukan langsung dievakuasi ke Pelabuhan Gilimanuk untuk mendapatkan penanganan medis.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.