Dari Dapur ke Kebun: PLN EPI dan PT BAg Dorong Karangasem Jadi Desa Zero Waste dan Mandiri

AKURAT.CO PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) bersama PT Pelayaran Bahtera Adhiguna (PT BAg) meluncurkan fase kedua program Corporate Social Responsibility (CSR) di Kalurahan Karangasem, Gunungkidul.
Program bertajuk “Integrasi Pengelolaan Sampah Dapur dengan Peternakan dan Perkebunan” ini melanjutkan keberhasilan tahap pertama yang telah melibatkan 170 kepala keluarga dalam budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF).
Kini, program diperluas dengan melibatkan 300 kepala keluarga, memberi manfaat langsung bagi lebih dari 1.000 warga.
Inisiatif ini menjadi langkah nyata PLN EPI dan PT BAg dalam mendorong masyarakat menuju ekonomi hijau dan kemandirian lingkungan, sekaligus menjadikan Karangasem sebagai pionir desa zero waste di Yogyakarta.
Kegiatan Kick Off Program dan Focus Group Discussion (FGD) dihadiri oleh perwakilan kedua perusahaan, yakni Robert Pilyai dari PLN EPI dan Aditya Yudanto, Sekretaris Perusahaan PT BAg, bersama Lurah Karangasem Parimin dan perwakilan warga.
“Program ini bukan sekadar tentang pengelolaan sampah, tapi tentang gerakan kemandirian lingkungan, bagaimana masyarakat bisa menjaga bumi mulai dari rumah sendiri,” ujar Aditya Yudanto dalam sambutannya, Jumat (10/10/2025).
Baca Juga: Jadwal Siaran Langsung Kualifikasi Piala Dunia: Prancis vs Azerbaijan, Jerman vs Luksemburg
Tahap pertama program terbukti sukses mereduksi 4,5 ton sampah organik melalui budidaya maggot BSF, sekaligus menjadi rujukan pengelolaan sampah mandiri bagi pegiat lingkungan di Yogyakarta.
“Kegiatan budidaya maggot yang telah berjalan selama satu tahun ini menjadi bukti bahwa masyarakat mampu mengubah sampah menjadi sumber ekonomi baru,” ungkap Riyanta, Ketua Bank Sampah Karangasem.
Pada fase kedua ini, PLN EPI dan PT BAg memperluas pendekatan dengan mengintegrasikan pengolahan sampah dapur ke sektor peternakan dan perkebunan lokal, sehingga hasilnya dapat dimanfaatkan langsung oleh masyarakat.
Pemerintah Kalurahan Karangasem mendukung penuh langkah ini dengan menyediakan fasilitas dan ruang kolaborasi bagi warga, memastikan program berjalan berkelanjutan dan mandiri.
Dengan meningkatnya kesadaran dan partisipasi warga, Karangasem diharapkan menjadi model desa hijau berbasis ekonomi sirkular, sekaligus bukti nyata kolaborasi perusahaan dan komunitas dalam membangun masa depan yang lebih berkelanjutan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









