RDF Rorotan Masih Uji Coba, Kapasitas Awal 100-200 Ton per Hari

AKURAT.CO Gubernur Jakarta, Pramono Anung, menjelaskan alasan Refuse Derived Fuel (RDF) Plant Rorotan, Jakarta Utara sampai saat ini belum juga beroperasi secara resmi. Padahal, sebelumnya Pemprov Jakarta menargetkan RDF Rorotan diresmikan bulan September 2025.
Dia mengaku, saat ini RDF Rorotan dalam tahap pengujian pengolahan sampah menjadi bahan bakar setingkat batu bara atau commissioning. Dia menyebut, proses commissioning memang perlu dilakukan secara matang, terlebih sampah yang diolah bervolume besar.
"Jadi Rorotan kita sekarang ini sebenarnya sudah mulai melakukan commissioning. Tetapi memang skalanya itu belum skalanya yang besar. Skalanya antara 100 sampai dengan 200 ton," kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Jumat (10/10/2025).
Baca Juga: RDF Rorotan, Jalan Keluar Jakarta Kurangi Ketergantungan dengan Bantar Gebang
Sejauh ini, dia mengklaim proses commissioning berjalan baik. Hanya saja, dari sampah yang diolah RDF Rorotan ditargetkan berkapasitas 2.000 hingga 2.500 ton per hari, Pemprov Jakarta mencoba mengolah sampah tersebut secara bertahap menyesuaikan kemampuan mesinnya.
"Saya ingin nanti harus pada apa sampai dengan feeder ataupun sampah yang dimasukkan itu di atas 1.000 atau diatas 1.500," ujarnya.
Dia menyadari saat diuji coba beberapa bulan lalu, warga mengeluhkan pencemaran bau sampah dari fasilitas tersebut. Dia juga tak menyalahkan warga yang masih khawatir atas potensi bau sampah, yang masih tercium ketika RDF di Jakarta Utara itu dioperasikan kelak.
Baca Juga: RDF Plant Rorotan Siap Beroperasi, Pramono Ajak Warga Saksikan Proses Komisioning
Untuk meredam kekhawatiran warga setempat, dia berjanji akan mengajak mereka untuk meninjau lokasi RDF untuk memastikan pencemaran tak lagi terjadi sebelum akhirnya diresmikan.
Pemprov Jakarta juga telah memasang deodorizer yang dilengkapi blower, sistem oksidasi lanjutan dengan ozon dan sinar ultraviolet, scrubber, serta filter karbon aktif untuk menetralkan gas penyebab bau.
"Kalau itu bisa dilakukan dan kemudian tidak menimbulkan efek bau dan sebagainya, saya yakin pasti bahwa apa yang sudah kita lakukan perbaikan di Rorotan dengan memasang deodorizer ternyata memang bisa mengurangi persoalan yang kemudian kemarin dikeluhkan masyarakat," imbuhnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







