Akurat
Pemprov Sumsel

Curah Hujan di Jakarta Diprediksi Tembus 200 Milimeter, Pramono Perintahkan Kesiapsiagaan Total Hadapi Ancaman Banjir

Citra Puspitaningrum | 3 Desember 2025, 15:04 WIB
Curah Hujan di Jakarta Diprediksi Tembus 200 Milimeter, Pramono Perintahkan Kesiapsiagaan Total Hadapi Ancaman Banjir

AKURAT.CO Jakarta bersiap menghadapi puncak musim hujan yang diperkirakan membawa curah hujan hingga di atas 200 milimeter.

Pemprov Jakarta menyatakan kondisi itu berpotensi memicu banjir besar, termasuk dari luapan Kali Ciliwung dan Kali Krukut. Serta meningkatkan risiko pohon tumbang di sejumlah titik.

Gubernur Jakarta, Pramono Anung, menegaskan pentingnya langkah cepat seluruh jajaran wilayah untuk mengantisipasi dampak cuaca ekstrem.

"Sebentar lagi kita memasuki musim hujan dengan curah yang tinggi, bahkan ada kemungkinan curah hujan di atas 200 milimeter. Maka tugas bapak-ibu harus dipersiapkan dari sekarang," katanya di Balai Kota Jakarta, Rabu (3/12/2025).

Baca Juga: Rumah Ibadah di Jakarta Dijadikan Titik Peringatan Dini Banjir

Pramono meminta camat dan lurah aktif memeriksa dan melaporkan saluran air yang bermasalah tanpa menunggu komando.

"Kalau ada saluran yang kurang baik, segera dilaporkan. Apakah itu menjadi tanggung jawab saudara atau Sumber Daya Air, harus segera dikoordinasikan," ujarnya.

Pramono menegaskan bahwa kesiapan harus dimulai sebelum bencana datang. Dia menyinggung pengalaman daerah lain yang terdampak banjir bandang sebagai pengingat agar Jakarta tidak lengah.

Untuk mempercepat penyebaran informasi darurat, dia meminta rumah ibadah masjid dan gereja dimanfaatkan sebagai titik peringatan dini.

Baca Juga: Pramono Anung Minta Jajaran Antisipasi Ketat Hadapi Cuaca Ekstrem di Jakarta

"Mereka punya speaker. Gunakan untuk peringatan dini," katanya.

Selain itu, Pramono menginstruksikan pejabat wilayah untuk hadir langsung di lapangan. Menurut dia, kehadiran aparat pemerintah membuat warga merasa lebih aman dan respons lebih cepat.

Terkait infrastruktur, dia memastikan normalisasi Kali Krukut dan Kali Ciliwung akan dilanjutkan. Pramono mengakui langkah itu mungkin memicu polemik karena proses relokasi dan pembebasan lahan, namun menegaskan pekerjaan tersebut tidak bisa ditunda.

"Kalau tidak dilakukan, dampaknya untuk Jakarta makin panjang," ujarnya.

Baca Juga: Pemprov Jakarta Kirim Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor di Sumatera secara Bertahap

Menghadapi prediksi peningkatan curah hujan pada pekan kedua Desember hingga Januari, Pramono telah memerintahkan Dinas Sumber Daya Air dan BPBD melakukan modifikasi cuaca serta menyiapkan seluruh pompa pengendali banjir.

"Memang harus ada persiapan di lapangan yang dipersiapkan secara dini," katanya.

Dengan potensi hujan ekstrem dan ancaman banjir di depan mata, Pramono meminta seluruh perangkat wilayah bergerak cepat, terstruktur dan kompak demi melindungi warga Jakarta.

 

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.