BNPB Tindaklanjuti Arahan Prabowo soal Atap Huntara Korban Bencana di Sumatera

AKURAT.CO Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto terkait peningkatan kenyamanan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak bencana di wilayah Sumatera, khususnya menyangkut penggunaan atap bangunan yang dinilai memicu suhu panas di dalam ruangan.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan, pemerintah menargetkan seluruh kebutuhan huntara di kawasan terdampak dapat diselesaikan dalam waktu satu setengah bulan ke depan.
“Kami berharap kebutuhan huntara di seluruh kawasan terdampak dapat dioptimalkan dalam 1,5 bulan ke depan, sehingga pada awal Ramadan warga sudah bisa menempati huntara secara menyeluruh,” ujar Abdul Muhari dalam konferensi pers yang disiarkan melalui kanal YouTube BNPB, Jumat (2/1/2026).
Muhari menjelaskan, saat melakukan peninjauan langsung ke lokasi bencana, Presiden Prabowo mengevaluasi penggunaan atap seng pada huntara yang berpotensi membuat suhu di dalam hunian menjadi panas dan kurang nyaman bagi penghuninya.
Menindaklanjuti hal tersebut, Presiden mengarahkan agar dilakukan penyesuaian dengan menambahkan komponen peredam panas atau menggunakan material alternatif yang lebih ramah terhadap kondisi iklim setempat guna meningkatkan kenyamanan warga.
BNPB memastikan arahan Presiden tersebut akan segera ditindaklanjuti oleh tim di lapangan melalui koordinasi lintas kementerian, lembaga terkait, serta pemerintah daerah.
“Arahan Presiden tentu mempertimbangkan kenyamanan masyarakat yang akan menghuni huntara. Personel di lapangan akan menyesuaikan dengan ketersediaan material yang ada dan segera mengimplementasikannya,” kata Muhari.
Baca Juga: Ahli Hukum: KUHP–KUHAP Baru Tak Bikin Aparat Bertindak Semena-mena
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto memberikan catatan langsung terhadap pembangunan huntara bagi korban banjir dan longsor di Sumatera yang dibangun oleh BPI Danantara dengan menggunakan material seng.
“Saya koreksi sedikit. Saya tanya, ‘Bagaimana ini ya? Kan saya yang panas.’ Coba dipikirkan solusinya, tidak perlu mahal-mahal,” ujar Prabowo saat rapat koordinasi pemerintah usai meninjau huntara di Aceh Tamiang, Kamis (1/1/2026).
Meski demikian, Prabowo tetap mengapresiasi kinerja BPI Danantara yang mampu membangun sekitar 600 unit huntara dalam waktu relatif singkat, yakni hanya delapan hari.
Presiden juga menyarankan agar ke depan dapat dipertimbangkan penggunaan material bernuansa lokal yang lebih mampu meredam panas di dalam hunian, seperti anyaman, ijuk, atau lapisan tambahan di bawah atap seng.
“Tidak perlu bahan mahal. Hal-hal sederhana mungkin sudah cukup. Ini soal kreativitas di lapangan,” tuturnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








