Gudang Gas Oplosan di Medan Diduga Kembali Beroperasi, Aparat Harus Segera Ambil Tindakan

AKURAT.CO Aktivitas gudang gas di kawasan Kawasan Industri Medan (KIM) 3 kembali menjadi sorotan publik. Kegiatan bongkar muat dan distribusi gas di lokasi tersebut terlihat berjalan normal, meski sebelumnya sempat diberitakan dan dipersoalkan warga.
Informasi yang dihimpun dari masyarakat sekitar menyebutkan, gudang tersebut diduga menjadi tempat pengoplosan gas. Gudang gas tersebut sudah lama berjalan dengan mendistribusikan gas di wilayah Kota Medan dan sekitarnya.
Sejumlah warga mengungkapkan bahwa operasional gudang sempat terhenti sementara saat isu ini mencuat ke publik, namun kembali beraktivitas setelah situasi dianggap mereda.
Baca Juga: PGN Salurkan Gas Perdana ke Pabrik Baterai EV CATIB di Karawang
"Kalau sudah ramai diberitakan, biasanya tutup sebentar. Tidak lama kemudian buka lagi," ujar seorang narasumber yang enggan disebutkan namanya, Minggu (1/2/2026).
Menanggapi kondisi tersebut, Ketua Umum HMI Sumatera Utara, Yusril Mahendra Buatar Butar, mendesak aparat penegak hukum untuk segera bertindak tegas. Dia menilai, keberadaan gudang gas oplosan tidak hanya merugikan negara, tetapi juga membahayakan keselamatan warga di sekitar kawasan industri.
"HMI Sumut mendesak agar pemilik gudang gas oplosan segera ditangkap dan diproses hukum. Praktik ini jelas berbahaya dan berpotensi menimbulkan ledakan, sekaligus merugikan negara," tegas Yusril dalam keterangannya.
Dia juga menyampaikan adanya dugaan kuat pembiaran bahkan perlindungan dari oknum aparat, sehingga aktivitas gudang tersebut dapat terus berjalan meski menuai keluhan publik. Namun demikian, dia menekankan bahwa dugaan tersebut harus diuji melalui proses hukum yang transparan dan profesional.
Baca Juga: BPH Migas Pastikan Kesiapan Operasional Pipa Gas Bumi Cisem 2
HMI Sumut juga meminta Kapolda Sumatera Utara untuk melakukan evaluasi terhadap Kapolres Pelabuhan Belawan. Sebab jika benar gudang gas oplosan itu beroperasi cukup lama tanpa penindakan tegas, maka patut dipertanyakan fungsi pengawasan dan penegakan hukum di wilayah tersebut.
"Kapolda harus mengevaluasi Kapolres Belawan. Jangan sampai ada pembiaran terhadap aktivitas ilegal yang membahayakan masyarakat. Penegakan hukum harus adil dan tidak boleh tebang pilih," ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Polres Pelabuhan Belawan belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan aktivitas gudang gas oplosan di KIM 3 tersebut. Kasus ini pun terus menjadi perhatian masyarakat, yang berharap aparat segera mengambil langkah hukum sesuai ketentuan perundang-undangan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK





