Akurat Logo

BGN Laporkan 20 SPPG di NTT-NTB Terdampak Kelangkaan Elpiji, Pertamina Gerak Cepat Isi Pasokan

Ayu Rachmaningtyas | 13 Mei 2026, 17:18 WIB
BGN Laporkan 20 SPPG di NTT-NTB Terdampak Kelangkaan Elpiji, Pertamina Gerak Cepat Isi Pasokan
Wakil Kepala BGN, Nanik S. Deyang, menyebut pihaknya berkoordinasi dengan Pertamina guna memastikan kebutuhan gas untuk operasional dapur MBG terpenuhi. Foto: Akurat.co

AKURAT.CO Kelangkaan gas Elpiji ukuran 12 kilogram yang sempat mengganggu operasional sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat mulai mendapatkan solusi.

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan PT Pertamina (Persero) guna memastikan kebutuhan gas untuk operasional dapur MBG segera terpenuhi.

"Alhamdulillah, setelah saya lapor ke Grup BOC-BOD Pertamina Holding, pak dirut SHD langsung turun tangan. SPPG yang kehabisan gas untuk segera membeli ke pangkalan," katanya di Jakarta, Rabu (13/5/2026).

Nanik mengapresiasi respons cepat Pertamina dalam menangani persoalan distribusi gas Elpiji di wilayah terdampak. Menurutnya, sinergi lintas lembaga menjadi kunci agar layanan MBG tetap berjalan dan kebutuhan gizi masyarakat tidak terganggu.

"Kami berterima kasih karena responsnya sangat cepat. Yang terpenting sekarang kebutuhan operasional dapur SPPG bisa segera terpenuhi, sehingga pelayanan MBG kepada masyarakat tetap berjalan," ujarnya.

Baca Juga: Pemerintah Fokus Perbaikan Tata Kelola Program MBG dari Hulu ke Hilir

Menindaklanjuti laporan tersebut, Direktur Utama Sub Holding Downstream (SHD) PT Pertamina, Mars Ega Legowo Putra, memastikan distribusi Elpiji untuk SPPG di NTT langsung diprioritaskan.

"Kami prioritaskan ke SPPG. Tadi sudah kontak PIC di NTT, 220 tabung hari ini dikirim ke wilayah Kefamenanu dan Belu. Serta 200 tabung untuk SPPG di Kota Kupang dan kabupaten," jelasnya.

Ega memastikan bahwa distribusi juga terus diupayakan untuk wilayah lain seperti Sumba dan Manggarai, agar seluruh layanan MBG dapat kembali berjalan normal.

Pertamina akan terus mengawal ketersediaan pasokan elpiji di wilayah terdampak agar operasional dapur MBG tidak terganggu.

"Kami akan terus mengupayakan ketersediaan gas agar MBG tetap berjalan normal," ujar Ega.

Baca Juga: KSP Temukan Dapur MBG Tak Layak, Minta SPPG Bermasalah Segera Disuspensi

Deputi Pemantauan dan Pengawasan BGN, Dadang Hendrayudha, mengatakan, sejumlah SPPG di NTT terpaksa menghentikan operasional sementara akibat kelangkaan Elpiji 12 kilogram.

Penghentian operasional berlangsung secara bertahap dan mulai terjadi sejak 8 Mei 2026. Dampaknya dirasakan oleh layanan Program MBG di beberapa wilayah seperti Kabupaten Manggarai, Timor Tengah Utara, Kota Kupang, Kabupaten Belu, hingga Kabupaten Sumba Barat.

Dadang menjelaskan, penghentian operasional pertama terjadi di Kabupaten Manggarai pada 8 Mei 2026. Sejumlah SPPG di wilayah tersebut tidak dapat melanjutkan aktivitas produksi makanan karena keterbatasan pasokan gas.

Selanjutnya, penghentian operasional meluas pada 11-12 Mei 2026 ke sejumlah daerah lain di NTT, termasuk Kabupaten Timor Tengah Utara, Kota Kupang, Kabupaten Belu, dan Kabupaten Sumba Barat.

Kelangkaan gas mempengaruhi kelancaran penyediaan makanan karena sebagian besar SPPG menggunakan Elpiji ukuran 12 kilogram untuk mendukung kegiatan produksi harian.

Baca Juga: BGN: Program MBG Tak Batasi Relawan Berdasarkan Usia Maksimal

"Kelangkaan gas Elpiji 12 kilogram mempengaruhi operasional SPPG di lapangan. Sehingga beberapa layanan belum dapat berjalan normal sampai pasokan kembali tersedia," kata Dadang.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.