BGN Laporkan 20 SPPG di NTT-NTB Terdampak Kelangkaan Elpiji, Pertamina Gerak Cepat Isi Pasokan

AKURAT.CO Kelangkaan gas Elpiji ukuran 12 kilogram yang sempat mengganggu operasional sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat mulai mendapatkan solusi.
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan PT Pertamina (Persero) guna memastikan kebutuhan gas untuk operasional dapur MBG segera terpenuhi.
"Alhamdulillah, setelah saya lapor ke Grup BOC-BOD Pertamina Holding, pak dirut SHD langsung turun tangan. SPPG yang kehabisan gas untuk segera membeli ke pangkalan," katanya di Jakarta, Rabu (13/5/2026).
Nanik mengapresiasi respons cepat Pertamina dalam menangani persoalan distribusi gas Elpiji di wilayah terdampak. Menurutnya, sinergi lintas lembaga menjadi kunci agar layanan MBG tetap berjalan dan kebutuhan gizi masyarakat tidak terganggu.
"Kami berterima kasih karena responsnya sangat cepat. Yang terpenting sekarang kebutuhan operasional dapur SPPG bisa segera terpenuhi, sehingga pelayanan MBG kepada masyarakat tetap berjalan," ujarnya.
Baca Juga: Pemerintah Fokus Perbaikan Tata Kelola Program MBG dari Hulu ke Hilir
Menindaklanjuti laporan tersebut, Direktur Utama Sub Holding Downstream (SHD) PT Pertamina, Mars Ega Legowo Putra, memastikan distribusi Elpiji untuk SPPG di NTT langsung diprioritaskan.
"Kami prioritaskan ke SPPG. Tadi sudah kontak PIC di NTT, 220 tabung hari ini dikirim ke wilayah Kefamenanu dan Belu. Serta 200 tabung untuk SPPG di Kota Kupang dan kabupaten," jelasnya.
Ega memastikan bahwa distribusi juga terus diupayakan untuk wilayah lain seperti Sumba dan Manggarai, agar seluruh layanan MBG dapat kembali berjalan normal.
Pertamina akan terus mengawal ketersediaan pasokan elpiji di wilayah terdampak agar operasional dapur MBG tidak terganggu.
"Kami akan terus mengupayakan ketersediaan gas agar MBG tetap berjalan normal," ujar Ega.
Baca Juga: KSP Temukan Dapur MBG Tak Layak, Minta SPPG Bermasalah Segera Disuspensi
Deputi Pemantauan dan Pengawasan BGN, Dadang Hendrayudha, mengatakan, sejumlah SPPG di NTT terpaksa menghentikan operasional sementara akibat kelangkaan Elpiji 12 kilogram.
Penghentian operasional berlangsung secara bertahap dan mulai terjadi sejak 8 Mei 2026. Dampaknya dirasakan oleh layanan Program MBG di beberapa wilayah seperti Kabupaten Manggarai, Timor Tengah Utara, Kota Kupang, Kabupaten Belu, hingga Kabupaten Sumba Barat.
Dadang menjelaskan, penghentian operasional pertama terjadi di Kabupaten Manggarai pada 8 Mei 2026. Sejumlah SPPG di wilayah tersebut tidak dapat melanjutkan aktivitas produksi makanan karena keterbatasan pasokan gas.
Selanjutnya, penghentian operasional meluas pada 11-12 Mei 2026 ke sejumlah daerah lain di NTT, termasuk Kabupaten Timor Tengah Utara, Kota Kupang, Kabupaten Belu, dan Kabupaten Sumba Barat.
Kelangkaan gas mempengaruhi kelancaran penyediaan makanan karena sebagian besar SPPG menggunakan Elpiji ukuran 12 kilogram untuk mendukung kegiatan produksi harian.
Baca Juga: BGN: Program MBG Tak Batasi Relawan Berdasarkan Usia Maksimal
"Kelangkaan gas Elpiji 12 kilogram mempengaruhi operasional SPPG di lapangan. Sehingga beberapa layanan belum dapat berjalan normal sampai pasokan kembali tersedia," kata Dadang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 8BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









