Akurat
Pemprov Sumsel

Kronologi Lengkap Dugaan Bunuh Diri Siswa SD di Ngada NTT: Surat Perpisahan hingga Penyelidikan Polisi

Naufal Lanten | 3 Februari 2026, 16:59 WIB
Kronologi Lengkap Dugaan Bunuh Diri Siswa SD di Ngada NTT: Surat Perpisahan hingga Penyelidikan Polisi

⚠️ Peringatan Konten Sensitif: Artikel ini membahas dugaan kasus bunuh diri pada anak. Pembaca diharapkan bijak dan berhati-hati saat membaca.

AKURAT.CO Tragedi memilukan terjadi di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur. Seorang siswa kelas IV sekolah dasar berinisial YBS (10) ditemukan meninggal dunia dengan dugaan bunuh diri pada Kamis, 29 Januari 2026. Peristiwa ini mengejutkan warga setempat, terlebih setelah ditemukan sepucuk surat tulisan tangan untuk sang ibu yang berisi pesan perpisahan. Polisi kini masih mendalami kasus tersebut dengan memeriksa sejumlah saksi dan mengumpulkan keterangan di lokasi kejadian.

Kasus ini bukan hanya soal kronologi, tetapi juga menggambarkan beratnya kondisi hidup yang dihadapi keluarga korban.


Latar Belakang Keluarga YBS dan Kondisi Ekonomi

YBS berasal dari keluarga sederhana. Ibunya, MGT (47), bekerja sebagai petani sekaligus buruh serabutan untuk menghidupi lima orang anak setelah ditinggal suami. Dalam keseharian, keluarga ini menghadapi keterbatasan ekonomi yang cukup berat.

Bahkan, permintaan YBS untuk membeli buku dan pena dengan harga kurang dari Rp 10.000 sempat tak dapat dipenuhi. Bagi sebagian orang jumlah itu kecil, tetapi bagi keluarga ini, uang tersebut bukan perkara mudah.

Untuk meringankan beban sang ibu, YBS kemudian tinggal di sebuah pondok bersama neneknya yang berusia sekitar 80 tahun.


Kronologi Dugaan Bunuh Diri di Dekat Pondok Nenek

Terlihat Murung Sejak Pagi

Sejumlah warga Dusun Sawasina, Desa Naruwolo, Kecamatan Jerebuu, mengaku sempat melihat YBS pada pagi hari sebelum kejadian. Sekitar pukul 08.00 Wita, dua warga bernama Gregorius Kodo dan Rofina Bera mendapati korban duduk di bale-bale bambu di luar pondok.

Mereka berbincang singkat dan menanyakan alasan YBS tidak pergi ke sekolah serta keberadaan sang nenek. Saat itu, YBS terlihat murung dan pendiam.

Ditemukan Tergantung di Pohon Cengkeh

Beberapa jam kemudian, sekitar pukul 11.00 Wita, seorang warga bernama Kornelis Dopo hendak pergi mengikat kerbau di sekitar pondok tersebut. Dari kejauhan, ia melihat sosok YBS tergantung di dahan pohon cengkeh yang berada tak jauh dari tempat tinggal sang nenek.

Kornelis langsung berlari ke arah jalan sambil berteriak meminta pertolongan. Warga berdatangan dan segera menghubungi pihak kepolisian.


Perjalanan YBS Pagi Hari Sebelum Kejadian

Keterangan dari MGT, ibu korban, menambah potongan kronologi hari itu. Ia menjelaskan bahwa pada malam sebelumnya, YBS sempat menginap di rumahnya.

Keesokan paginya, sekitar pukul 06.00, YBS diantar oleh tukang ojek menuju pondok sang nenek. Tak lama setelah itu, kabar duka pun datang.


Surat Perpisahan untuk Sang Ibu

Di sekitar lokasi kejadian, polisi menemukan sepucuk surat tulisan tangan yang diduga ditulis oleh YBS. Surat tersebut menggunakan bahasa daerah Ngada dan ditujukan kepada ibunya.

Berikut bunyi surat tersebut:

KERTAS TII MAMA RETI

MAMA GALO ZEE

MAMA MOLO JA’O

GALO MATA MAE RITA EE MAMA

MAMA JAO GALO MATA

MAE WOE RITA NE’E GAE NGAO EE

MOLO MAMA

Terjemahannya:

SURAT BUAT MAMA RETI

MAMA SAYA PERGI DULU

MAMA RELAKAN SAYA PERGI (MENINGGAL)

JANGAN MENANGIS YA MAMA

MAMA SAYA PERGI (MENINGGAL)

TIDAK PERLU MAMA MENANGIS DAN MENCARI ATAU MERINDUKAN SAYA

SELAMAT TINGGAL MAMA

Isi surat ini menjadi salah satu fokus utama dalam penyelidikan pihak berwajib.


Polisi Masih Mendalami Dugaan Bunuh Diri

Kepala Seksi Humas Polres Ngada, Inspektur Dua Benediktus R Pissort, menyampaikan bahwa dugaan sementara mengarah pada bunuh diri. Namun, proses pendalaman masih terus berjalan hingga Selasa, 3 Februari 2026.

Polisi telah memeriksa sejumlah saksi, termasuk Kornelis Dopo, Gregorius Kodo, dan Rofina Bera—seluruhnya merupakan warga sekitar lokasi kejadian. Pemeriksaan ini bertujuan merekonstruksi kronologi peristiwa serta memastikan tidak ada unsur lain di balik kematian YBS.


Tragedi yang Menggugah Banyak Pihak

Kasus ini menyentuh perhatian publik karena melibatkan anak usia sekolah dasar dan latar belakang keluarga yang serba terbatas. Kondisi ekonomi, lingkungan tempat tinggal, hingga tekanan yang mungkin dirasakan korban menjadi sorotan.

Peristiwa ini juga kembali mengingatkan pentingnya perhatian terhadap kesehatan mental anak, terutama di lingkungan dengan keterbatasan sosial dan ekonomi.


Penutup

Dugaan bunuh diri YBS di Ngada masih dalam proses penyelidikan kepolisian. Dari keterangan saksi, perjalanan korban sebelum kejadian, hingga surat perpisahan yang ditemukan, semuanya kini menjadi bagian penting dalam mengungkap peristiwa tragis tersebut.

Kalau kamu ingin mengikuti perkembangan terbaru kasus ini dan laporan mendalam lainnya, pantau terus update selanjutnya di AKURAT.CO.

Baca Juga: Bom Bunuh Diri di Restoran China di Kabul Tewaskan Tujuh Orang

Baca Juga: Pria Baru Dua Hari Menikah Ditemukan Tewas Gantung Diri di Pohon

FAQ

1. Apa yang terjadi pada siswa SD di Ngada?
Seorang siswa kelas IV berinisial YBS (10) ditemukan meninggal dunia di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, dengan dugaan sementara bunuh diri. Polisi masih melakukan penyelidikan untuk memastikan seluruh kronologi kejadian.

2. Kapan peristiwa ini terjadi?
Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis, 29 Januari 2026.

3. Di mana lokasi kejadian dugaan bunuh diri itu?
Kejadian berlangsung di Dusun Sawasina, Desa Naruwolo, Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, tak jauh dari pondok tempat korban tinggal bersama neneknya.

4. Siapa YBS dan bagaimana kondisi keluarganya?
YBS adalah siswa kelas IV SD. Ia berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi terbatas. Ibunya bekerja sebagai petani dan buruh serabutan untuk menafkahi lima anak.

5. Mengapa YBS tinggal bersama neneknya?
Korban diminta tinggal di pondok bersama neneknya yang berusia sekitar 80 tahun untuk membantu mengurangi beban ekonomi sang ibu.

6. Apa isi surat yang ditemukan di lokasi kejadian?
Di sekitar tempat kejadian, ditemukan surat tulisan tangan dalam bahasa Ngada yang berisi pesan perpisahan untuk sang ibu, termasuk permintaan agar ibunya tidak menangis dan merelakannya pergi.

7. Siapa saja saksi yang telah diperiksa polisi?
Polisi memeriksa beberapa warga setempat, yakni Kornelis Dopo, Gregorius Kodo, dan Rofina Bera.

8. Apa keterangan saksi sebelum korban ditemukan meninggal?
Dua saksi mengaku sempat berbincang dengan korban pada pagi hari. Mereka melihat YBS duduk di luar pondok dan tampak murung serta tidak berangkat ke sekolah.

9. Bagaimana korban ditemukan pertama kali?
Korban pertama kali ditemukan oleh seorang warga yang hendak mengikat kerbau di sekitar pondok neneknya. Dari kejauhan, saksi melihat korban tergantung di dahan pohon cengkeh.

10. Apa kata pihak kepolisian terkait kasus ini?
Kasi Humas Polres Ngada menyatakan dugaan awal mengarah pada bunuh diri, namun penyelidikan masih berlanjut hingga kini.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.