Percepat Penanganan Jalan Rusak di Jakarta, DPRD Ingatkan Penambahan PJLP Bina Marga Dilakukan Transparan

AKURAT.CO Komisi A DPRD Provinsi Jakarta menyoroti rencana rekrutmen petugas penyedia jasa lainnya perorangan (PJLP) di lingkungan Dinas Bina Marga.
Sekretaris Komisi A DPRD Jakarta, Mujiyono, meminta penambahan tenaga PJLP harus dilakukan secara terukur dan transparan.
Dia mendorong agar rencana tersebut mengedepankan kebutuhan di lapangan. Dinas Bina Marga perlu memetakan jumlah kebutuhan per wilayah, rata-rata titik kerusakan jalan, hingga capaian waktu respons penanganan jalan rusak di Jakarta.
"Penambahan PJLP harus disertai data kebutuhan riil per wilayah, rata-rata jumlah, titik kerusakan serta capaian waktu respons selama ini," kata Mujiyono, kepada wartawan, Jumat (13/2/2026).
Dia juga mengingatkan agar proses rekrutmen berjalan terbuka dan adil. Mujiyono menekankan bahwa seluruh warga Jakarta memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk mendaftar serta bersaing secara sehat.
"Semua warga Jakarta memiliki hak dan dasar kesempatan yang sama untuk mendaftar dan bersaing secara adil," ujarnya.
Baca Juga: Curah Hujan Masih Tinggi, Pemprov Jakarta Tunda Perbaikan Jalan Rusak
Politikus Partai Demokrat itu turut meminta evaluasi terhadap kinerja tenaga PJLP yang sudah ada dilakukan secara transparan. Tanpa ukuran kinerja yang jelas, kebijakan penambahan PJLP berisiko tidak efektif.
"Evaluasi kinerja tenaga yang sudah ada juga harus dibuka secara transparan. Tanpa ukuran yang jelas, kebijakan ini berisiko tidak efektif," katanya.
Menurut Mujiyono, jika jumlah petugas ditambah, pemerintah harus menetapkan standar waktu penanganan yang tegas dan bisa diawasi publik.
Dia menilai masyarakat berhak mengetahui kecepatan respons pemerintah terhadap laporan jalan rusak.
"Jika ditambah, harus ada standar waktu penanganan yang tegas dan dapat diawasi publik. Warga berhak mengetahui berapa lama laporan jalan rusak ditindaklanjuti hingga selesai diperbaiki," jelasnya.
Penambahan tenaga PJLP juga harus berdampak langsung pada percepatan pelayanan dan penurunan risiko kecelakaan akibat infrastruktur jalan yang rusak.
"Penambahan tenaga harus sejalan dengan percepatan pelayanan dan penurunan risiko kecelakaan," pungkas Mujiyono.
Baca Juga: Jalan Rusak Akibat Banjir, Pemprov Jakarta Kaji Penggunaan Aspal yang Bisa Serap Air
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 8BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026







