Akurat
Pemprov Sumsel

Siswa Nias yang Viral Minta Jembatan ke Prabowo Subianto Kini Tagih Program MBG

Moehamad Dheny Permana | 10 Maret 2026, 14:55 WIB
Siswa Nias yang Viral Minta Jembatan ke Prabowo Subianto Kini Tagih Program MBG
Presiden Prabowo Subianto melakukan dialog secara virtual dengan Yemisa Zebua saat meresmikan 218 jembatan di Indonesia. (Biro Pers Setpres)

AKURAT.CO Yemisa Zebua, siswa asal Pulau Nias, kembali menjadi sorotan setelah berdialog langsung dengan Presiden Prabowo Subianto.

Sebelumnya, Yemisa sempat viral di media sosial karena meminta pembangunan jembatan agar siswa dapat menuju sekolah dengan lebih aman.

Dalam dialog daring tersebut, Yemisa menyampaikan berbagai harapannya kepada Presiden, mulai dari cita-citanya menjadi dokter hingga permintaan agar program Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat segera menjangkau sekolahnya.

Dalam kesempatan itu, Yemisa terlebih dahulu mengucapkan terima kasih atas pembangunan jembatan yang kini memudahkan para siswa menuju sekolah.

“Terima kasih atas bantuan Bapak Presiden, sekarang kami tidak membuka sepatu lagi kalau berangkat ke sekolah,” ujar Yemisa dalam dialog bersama Presiden, Senin (9/3/2026).

Sebelumnya, para siswa di wilayah tersebut harus menyeberangi sungai dengan kondisi cukup berisiko untuk menuju sekolah. Mereka bahkan harus melepas sepatu agar tidak basah saat menyeberangi sungai.

Dalam dialog itu, Presiden Prabowo juga menanyakan pendidikan Yemisa. Ia diketahui berusia 17 tahun dan saat ini duduk di kelas 12.

Saat ditanya mengenai rencana masa depannya, Yemisa mengaku ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi dan bercita-cita menjadi dokter. Namun, kondisi ekonomi keluarga menjadi kendala baginya.

“Orang tua saya tidak mampu,” kata Yemisa.

Menanggapi hal tersebut, Presiden Prabowo menyatakan akan membuka peluang bagi Yemisa untuk mengikuti tes sebagai bagian dari upaya membantu pendidikan.

Baca Juga: Festival Ramadan Masjid Al Ikhlas PIK Hadirkan Lomba Hadroh hingga Bedug Shalawat

“Kedokteran? Ya sudah nanti kamu di tes,” ujar Presiden.

Tidak hanya menyampaikan keinginannya sendiri, Yemisa juga memperjuangkan teman-temannya yang memiliki harapan serupa untuk melanjutkan pendidikan. Ia menyebut ada tiga temannya yang juga ingin melanjutkan kuliah.

Presiden kemudian meminta jajaran Tentara Nasional Indonesia di wilayah setempat untuk mencatat nama-nama siswa tersebut.

“Danrem coba dicatat namanya, karena dia punya keberanian dan leadership langsung lapor ke saya,” kata Prabowo.

Dalam dialog tersebut, Yemisa juga menyampaikan bahwa program MBG belum menjangkau sekolahnya, sementara banyak siswa berasal dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi.

“Belum sampai di sekolah kami, Pak. Orang tua kami tidak mampu membiayai makan kami,” ujarnya.

Ketika Presiden menyinggung adanya anggapan bahwa program MBG tidak diperlukan, Yemisa langsung menanggapi dengan tegas.

“Siapa bilang? Bohong itu, Pak,” kata Yemisa.

Presiden pun menegaskan bahwa pemerintah akan memperjuangkan agar program tersebut segera menjangkau sekolah Yemisa dan teman-temannya.

“Saya perjuangkan supaya segera MBG sampai ke sana,” ujar Presiden.

Selain itu, Yemisa juga berharap pemerintah dapat membantu memperbaiki akses jalan menuju sekolah serta mendukung pembangunan fasilitas di SMK Boronadu, termasuk lapangan sekolah.

Menutup dialog tersebut, Presiden Prabowo berpesan kepada Yemisa dan teman-temannya agar terus belajar dengan sungguh-sungguh.

“Belajar yang benar ya,” pesan Presiden.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.