Akurat
Pemprov Sumsel

PAM Jaya Kembangkan Teknologi Tangkap Air dari Atmosfer hingga Truk Air Darurat

Okto Rizki Alpino | 11 Maret 2026, 18:21 WIB
PAM Jaya Kembangkan Teknologi Tangkap Air dari Atmosfer hingga Truk Air Darurat
Dirut PAM Jaya, Arief Nasrudin, dalam diskusi Balkoters Talk di Balai Kota Jakarta, Rabu (11/3/2026). (Akurat.co/Okto Rizki Alpino)

AKURAT.CO PAM Jaya (Perseroda) menyiapkan berbagai inovasi teknologi untuk memperkuat layanan air bersih di Provinsi Jakarta.

Inovasi yang dikembangkan PAM Jaya antara lain teknologi penangkap air dari atmosfer, truk penghasil air minum darurat, hingga metode penambalan pipa tanpa perlu membongkar jalan.

Direktur Utama PAM Jaya, Arief Nasrudin, mengatakan, pengembangan teknologi menjadi hal penting untuk menjawab tantangan kebutuhan air bersih di Jakarta.

Menurutnya, riset dan pengembangan harus terus dilakukan karena inovasi di bidang air terus berkembang.

"Teknologi ini tidak bisa disetop, makanya kita tidak boleh keluar dari apa yang namanya research and development," ujar Arief, dalam diskusi Balkoters Talk bertajuk "Implementasi Sustainable Development Goals (SDGs) Poin 6 Menuju Jakarta Kota Global" di Balai Kota Jakarta, Rabu (11/3/2026).

Dia menjelaskan, salah satu teknologi yang tengah dikembangkan PAM Jaya adalah alat yang mampu menangkap kandungan air di udara dan kemudian mengolahnya menjadi air minum. Teknologi tersebut bekerja dengan memanfaatkan kandungan air yang terdapat di atmosfer.

"Jadi, mereka menangkap titik air di udara. Jadi, udara kita kan sebagiannya ada air juga, sehingga itu ditangkap dan diproses," kata Arief.

Teknologi itu rencananya akan menjadi bagian dari fasilitas Water Hub atau Water Station yang ditempatkan di Kawasan Jalan Sudirman-Thamrin, Jakarta Pusat. Di lokasi tersebut, masyarakat nantinya dapat mengakses air minum secara langsung dan gratis.

"Jadi, nanti kemungkinan besar saya akan taruh di, ada yang namanya Water Hub. Sepanjang Sudirman-Thamrin nanti kalau sudah berizin nanti akan ada Water Station, tapi kami bilangnya Water Hub," tuturnya.

Arief menambahkan, fasilitas tersebut akan dilengkapi berbagai teknologi pengolahan air, termasuk water purifier dan teknologi pengolahan air dari atmosfer.

Baca Juga: PAM Jaya Genjot Pembagian Ribuan Toren, Sasar Warga dengan Tekanan Air Rendah

Saat ini pembangunan fasilitas masih dalam tahap persiapan dan diharapkan dapat dimulai dalam waktu dekat.

"Itu nanti di Sudirman-Thamrin, ini lagi diproses, mudah-mudahan tahun ini semuanya bisa jalan. Mudah-mudahan di pertengahan tahun ini kami bisa groundbreak," kata Arief.

Dia menjelaskan, teknologi penangkap air dari atmosfer sebenarnya memiliki prinsip kerja yang tidak jauh berbeda dengan proses kondensasi pada pendingin udara atau air conditioner.

"Kalau aircon (AC) ini dia pakai kondensasi prosesnya. Keluar air kan, padahal tidak ada air kan. Tapi jadi keluar air karena kondensasi tapi kalau ini, ini nangkap atmosfer," bebernya.

Teknologi serupa juga telah digunakan di sejumlah negara yang mengalami keterbatasan sumber air seperti di negara Afrika.

"Dan ini di Afrika, orang Swiss-nya bilang itu dibuat skala besar, karena mereka sumber airnya susah. Akhirnya dijadikan sebagai salah satu sumber air untuk dibuat pipanisasi," ujar Arief.

Selain instalasi permanen, PAM Jaya juga menyiapkan teknologi serupa dalam bentuk kendaraan mobile yang dapat digunakan saat terjadi kondisi darurat.

Truk tersebut dapat langsung menghasilkan air minum dengan menangkap air dari atmosfer di lokasi bencana.

"Nanti kami punya truck mobile atmosphere dan yang itu nanti kami taruh di tempat yang memang dalam kondisi emergency, itu bisa langsung menangkap air dan kemudian airnya bisa diminum," ujar Arief.

Kendaraan tersebut saat ini sedang dalam proses pengadaan dan diharapkan dapat diperkenalkan kepada publik dalam waktu dekat.

Baca Juga: Sinergi PAM Jaya dan WCR Siapkan Generasi Penerus Bangsa Bebas Stunting

"Sekarang ini kita lagi sudah pesan dan sudah engage gitu ya, kurang lebih nanti dalam, mungkin tahun ini, semuanya sudah akan segera jadi. Mungkin dalam tiga-empat bulan nanti akan show gitu ke pak gubernur," jelasnya.

Selain mengembangkan teknologi baru untuk sumber air, PAM Jaya juga berupaya menekan kebocoran jaringan pipa melalui inovasi teknologi penambalan pipa dari dalam menggunakan gel khusus.

Teknologi tersebut memungkinkan kebocoran pipa diperbaiki tanpa harus membongkar jalan. Prosesnya dimulai dengan mengosongkan pipa, kemudian memasukkan gel yang akan menutup lubang kebocoran di dalam jaringan.

"Itu dia kosongin dulu pipa, dia vakumisasi dan kemudian masuk gel, dia dorong gitu ya. Itu dia langsung ini gel-nya nutup, kemudian direkat pendorongnya, airnya di belakangnya sudah ngikut langsung dan itu langsung kering," katanya.

Namun teknologi tersebut hanya dapat digunakan untuk menutup kebocoran berukuran kecil. Jika kerusakan pipa terlalu besar, perbaikan tetap harus dilakukan dengan pembongkaran.

"Karena ini gel ini kita memang buat lubang-lubang, yang lubang-lubang yang diameternya masih dalam skala yang cukup, ya sudah kita masih bisa tambal jadi kami nggak perlu bongkar," jelas Arief.

Baca Juga: Kerja Sama Sosial, TP PKK Jakarta dan Daya Wanita PAM Jaya Bagikan Toren Air untuk Warga Rumah Tangga Sederhana

Di sisi lain, PAM Jaya juga tengah menyiapkan program besar untuk menurunkan tingkat kehilangan air melalui program Non-Revenue Water (NRW). Program ini akan dilakukan melalui penggantian dan rehabilitasi jaringan pipa air yang ada di Jakarta.

"Walaupun di tahun ini juga kita akan launching namanya program project NRW. Penggantian, rehabilitasi pipa yang ada di Jakarta yang sepanjang mungkin kurang lebih akan mencapai 80 persen, itu sekitar kurang lebih 7.000 sampai 8.000 kilometer," jelas Arief.

Proyek tersebut akan dilaksanakan melalui skema kerja sama pemerintah dan badan usaha agar tidak membebani anggaran daerah.

"Tapi insya Allah mudah-mudahan gampang tidak membebani APBD, semuanya kerja sama berbasis KPBU atau Public Private Partnership," katanya.

Di sisi lain, peningkatan layanan air bersih terus dilakukan oleh PAM Jaya. Hingga kini cakupan layanan air perpipaan di Jakarta telah mencapai lebih dari 80,24 persen.

Cakupan layanan itu memiliki panjang pipa 12.835,21 kilometer dengan jumlah pelanggan 1.178.022 dan air terdistribusi mencapai 22.583 LPS.

Berdasarkan data, 92 persen sumber air baku berasal dari luar Jakarta yaitu Waduk Jatiluhur di Purwakarta, sedangkan sisanya delapan persen dari Jakarta. Kemudian untuk sumber air olahan sebesar 88 persen dari luar Jakarta dan 12 persen air olahan dari Jakarta.

Ketua Komisi D DPRD Jakarta, Yuke Yurike, menegaskan komitmen lembaganya untuk mengawal pembangunan jaringan air perpipaan hingga seluruh warga Jakarta mendapatkan layanan air bersih.

Menurut dia, DPRD Jakarta berkomitmen memastikan alokasi anggaran pembangunan jaringan air benar-benar tepat sasaran dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas, terutama kelompok berpenghasilan rendah.

"DPRD sangat berkomitmen untuk memastikan alokasi anggaran itu betul-betul untuk realisasi belanja yang tepat sasaran dan untuk kepentingan masyarakat Jakarta," ujar Yuke.

Baca Juga: PAM Jaya Pastikan Layanan Air Minum Terjangkau Sepanjang 2026

DPRD juga terus melakukan pengawasan terhadap berbagai program pembangunan jaringan air perpipaan agar cakupan layanan dapat menjangkau wilayah yang selama ini belum terlayani.

"Jadi apa yang diberikan oleh DPRD, ya itu memastikan semua program-program khususnya terkait pipanisasi yang sudah dianggarkan ini cakupannya sampai ke seluruh yang tidak terjangkau selama ini," katanya.

Menurut Yuke, layanan air bersih harus berpihak kepada masyarakat kecil yang selama ini masih kesulitan mendapatkan akses air layak.

"Kami harus memastikan bahwa ini berpihak kepada masyarakat kecil, yang selama ini mungkin terabaikan, tidak hanya untuk yang industri-industri atau untuk yang besar-besar saja," ujarnya.

Yuke menilai akses terhadap air bersih merupakan hak dasar yang harus diprioritaskan oleh pemerintah daerah.

"Insya Allah, untuk supporting kami untuk hak dasar pelayanan khususnya hak mendapatkan layanan air bersih itu sudah yang paling utama yang harus kami prioritaskan," katanya.

Yuke juga mengakui persoalan layanan air bersih di Jakarta masih menjadi pekerjaan rumah yang belum sepenuhnya terselesaikan meskipun pembangunan infrastruktur sudah berlangsung lama.

"Karena selama ini ratusan, bahkan pipa saja ada yang ratusan tahun itu tidak pernah selesai, tidak pernah beres," ujarnya.

Baca Juga: Rano Karno Resmikan ERP Fusion PAM Jaya untuk Integrasi Data dan Layanan Terpadu

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.