36 Ribu Huntap Dibangun di Sumatera, Penyintas Tak Sabar Tinggalkan Pengungsian

AKURAT.CO Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) terus mempercepat pembangunan hunian tetap (huntap) bagi penyintas bencana hidrometeorologi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Ketua Satgas PRR, Tito Karnavian, mengatakan sebanyak 36.669 unit huntap diproyeksikan dibangun di tiga provinsi terdampak.
Hingga saat ini, sekitar 110 unit telah rampung, sementara 1.359 unit lainnya masih dalam proses pembangunan.
“Pembangunan huntap dilakukan lintas kementerian/lembaga, seperti Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kementerian PKP, Polri, Kemenko Polkam, serta pemerintah daerah. Sejumlah pihak swasta dan perorangan juga turut terlibat,” ujar Tito, Kamis (19/3/2026).
Salah satu lokasi pembangunan berada di Desa Balee Panah, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, Aceh. Huntap di wilayah ini dibangun oleh BNPB dengan spesifikasi tahan gempa.
Tito menjelaskan, pembangunan huntap merupakan kelanjutan dari penyediaan hunian sementara (huntara) dan Dana Tunggu Hunian (DTH) untuk memindahkan pengungsi dari tenda darurat ke tempat tinggal yang lebih layak.
Berdasarkan data BNPB, pembangunan di Kecamatan Juli menggunakan skema in situ, yakni dibangun di sekitar lokasi terdampak.
Skema serupa juga diterapkan di Kecamatan Jangka dan Peudada, Kabupaten Bireuen.
Hunian tipe 36 tersebut dibangun dengan fondasi batu kali, dinding bata ringan, rangka atap baja ringan, serta penutup atap berbahan spandex dan plafon PVC.
Baca Juga: Pertemuan Prabowo dan Megawati Buka Peluang Koalisi Baru di Parlemen
Penyintas Berharap Segera Ditempati
Salah satu penyintas, Suryani, menyambut baik pembangunan huntap tersebut. Ia mengaku rumahnya rusak berat akibat bencana hidrometeorologi yang terjadi pada akhir tahun lalu.
“Saat ini sudah ada unit percontohan. Katanya setelah Lebaran pembangunan akan dikebut. Kami berharap bisa segera ditempati,” ujarnya.
Ia menjelaskan, unit percontohan tersebut memiliki ruang utama, dua kamar tidur, satu kamar mandi, serta telah dilengkapi penerangan lampu LED.
Suryani juga mengapresiasi bantuan pemerintah selama masa tanggap darurat, termasuk bantuan kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, dan mi instan.
“Kami ingin segera menempati huntap supaya tidak perlu berpindah-pindah lagi,” tuturnya.
Pemerintah menargetkan percepatan pembangunan huntap pasca-bencana hidrometeorologi sebagai bagian dari upaya pemulihan kehidupan masyarakat terdampak secara berkelanjutan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









