Polemik Penyegelan Gereja di Teluknaga Berakhir, Menteri HAM Pastikan Segel Dicabut

AKURAT.CO Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Natalius Pigai, memastikan penyegelan tempat ibadah Jemaat Persekutuan Oikoumene Umat Kristen (POUK) Tesalonika di Teluknaga, Kabupaten Tangerang, telah dibuka setelah sempat menuai polemik.
Hal tersebut disampaikan Pigai dalam rapat bersama Komisi XIII DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (7/4/2026), saat merespons pertanyaan anggota dewan terkait insiden tersebut.
“Kementerian HAM sudah memberi perhatian terhadap kasus ini. Kantor wilayah Banten telah berkoordinasi dengan berbagai pihak, dan penyegelan sudah dibuka,” ujar Pigai.
Ia menjelaskan, pembukaan segel dilakukan setelah Kementerian HAM melalui kantor wilayah di Banten melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak terkait di daerah.
Menurut Pigai, informasi terbaru mengenai pembukaan segel tersebut kemungkinan belum sepenuhnya diterima oleh anggota DPR.
Baca Juga: BNN Dorong Perluasan Kewenangan Penyadapan Sejak Tahap Penyelidikan
Meski demikian, ia mengapresiasi perhatian yang diberikan terhadap persoalan tersebut.
“Mungkin informasi terakhir belum sampai kepada Bapak, tetapi saya mengapresiasi perhatian tersebut sebagai bentuk empati dan kepedulian terhadap masyarakat,” katanya.
Pigai menegaskan, langkah yang diambil pemerintah diharapkan dapat menyelesaikan persoalan dan mencegah polemik berkepanjangan.
“Upaya sudah dilakukan dan penyegelan di jemaat Tesalonika di Banten telah dibuka. Kami harap persoalan ini tidak berlanjut,” tegasnya.
Sebelumnya, sebuah bangunan kantor yayasan yang digunakan sebagai rumah doa untuk ibadah Jumat Agung jemaat POUK Tesalonika di Teluknaga disegel oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Jumat (3/4/2026).
Penyegelan dilakukan setelah adanya desakan dari sejumlah tokoh agama, santri, serta perwakilan masyarakat yang mendatangi lokasi usai pelaksanaan salat Jumat.
Tindakan tersebut diambil karena bangunan yayasan dinilai belum mengantongi izin Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).
Perwakilan warga, Abdul Rosyid, menyatakan bahwa persoalan ini berkaitan dengan aspek perizinan, bukan konflik antarumat beragama.
Baca Juga: Bias Layar Desak Pengusutan Tuntas Tambang Ilegal di Murung Raya
Ia menyebut polemik tersebut telah berlangsung cukup lama dan kerap memicu ketegangan di tengah masyarakat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026










