Taman Cerdas Anak Surawisesa Dipakai Senam Ibu-Ibu, Warga Soroti Fungsi Ruang Bermain Anak

AKURAT JABAR - Warga Kabupaten Purwakarta mengeluhkan penggunaan Taman Cerdas Anak Surawisesa yang dipakai untuk kegiatan senam kelompok ibu-ibu.
Aktivitas tersebut dinilai tidak sesuai dengan fungsi utama taman sebagai ruang bermain dan sarana edukasi anak-anak.
Keluhan warga mencuat setelah kegiatan senam rutin terlihat berlangsung di area taman pada pagi hari.
Sejumlah warga menilai aktivitas olahraga orang dewasa itu mengganggu kenyamanan anak-anak yang seharusnya menjadi prioritas pengguna fasilitas publik tersebut.
Salah seorang warga, Sodik Sopyan, mengaku prihatin melihat fungsi taman yang dinilai bergeser dari peruntukannya.
“Iya kan itu buat anak-anak. Kenapa jadi ibu-ibu. Ini gak elok,” ujar Sodik saat ditemui ketika sedang berolahraga.
Kritik serupa disampaikan warga lainnya, Reni. Ia mempertanyakan kesadaran para peserta senam yang tetap menggunakan area taman anak sebagai lokasi aktivitas olahraga dewasa.
“Gak tau gak paham, atau pura-pura gak paham bahwa itu tempat buat anak-anak. Ya ini sih ke depannya harus gak boleh kayak gini. Pihak terkait harus bertindak,” katanya.
Diketahui, Taman Cerdas Anak Surawisesa dibangun sebagai fasilitas bermain sekaligus sarana edukasi anak-anak di Purwakarta. Namun belakangan, area tersebut justru dimanfaatkan untuk kegiatan senam kelompok yang dianggap tidak sesuai dengan fungsi ruang publik ramah anak.
Warga juga menilai sejumlah instansi terkait, mulai dari Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta, Perkim, hingga Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Purwakarta kecolongan karena aktivitas tersebut berlangsung tanpa pengawasan maupun izin resmi.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta, Sadiyah, mengaku telah mengetahui adanya aktivitas senam tersebut dari grup percakapan WhatsApp.
“Iya saya tahu di grup WA. Dan tidak ada izin,” kata Sadiyah, Sabtu (9/5/2026).
Ia menegaskan pihaknya tidak pernah menerima permohonan izin penggunaan taman untuk kegiatan senam. Menurutnya, taman tersebut memang diperuntukkan khusus bagi aktivitas anak-anak.
“Andaikan ada pasti saya tidak merekomendasikan karena taman itu khusus untuk ruang kebahagiaan bermain dan kegiatan-kegiatan anak,” tandasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 7Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK





