Akurat Logo

Gibran Serap Keluhan Warga Amfoang, Janji Percepat Perbaikan Infrastruktur hingga Layanan Dasar

Ayu Rachmaningtyas | 22 Mei 2026, 23:46 WIB
Gibran Serap Keluhan Warga Amfoang, Janji Percepat Perbaikan Infrastruktur hingga Layanan Dasar
Wapres Gibran Rakabuming Raka turun langsung menemui masyarakat Amfoang, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (22/5/2026).

AKURAT.CO Wakil Presiden (Wapres), Gibran Rakabuming Raka turun langsung menemui masyarakat Amfoang, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (22/5/2026), untuk menyerap berbagai aspirasi terkait kondisi infrastruktur dan layanan dasar di wilayah perbatasan tersebut.

Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bagian dari komitmen pemerintah dalam mempercepat pemerataan pembangunan di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto mengenai pembangunan Indonesia-sentris.

Dalam dialog bersama warga, Gibran mengungkapkan kunjungannya ke Amfoang sebenarnya tidak masuk agenda resmi.

Namun, ia memutuskan datang setelah menerima aspirasi dari mahasiswa saat tiba di Kupang sehari sebelumnya.

“Hari ini sebenarnya saya tidak ada jadwal ke Amfoang. Jadwal saya ke Pulau Rote. Tapi kemarin saat mendarat di Kupang, saya bertemu teman-teman mahasiswa yang menyampaikan persoalan infrastruktur di Amfoang,” ujar Gibran.

Wapres menyoroti kerusakan sejumlah jembatan yang menyebabkan akses masyarakat terganggu dan membuat beberapa wilayah terisolasi.

Ia mengaku prihatin setelah melihat langsung kondisi infrastruktur di lapangan.

“Tadi kita lihat ada dua jembatan rusak dan kerusakannya cukup parah. Saya mohon maaf, setelah pulang dari sini saya akan segera berkoordinasi dengan kementerian terkait untuk mencari solusi terbaik,” katanya.

Menurut Gibran, kerusakan infrastruktur tidak hanya berdampak pada mobilitas warga, tetapi juga menghambat akses pendidikan dan layanan kesehatan.

Baca Juga: Pemadaman Listrik Massal Lumpuhkan Palembang, LRT Sempat Berhenti Mendadak dan Penumpang Panik

Ia mencontohkan kondisi anak-anak yang harus menyeberangi sungai untuk pergi sekolah hingga sulitnya akses bagi ibu hamil menuju fasilitas kesehatan.

Selain persoalan jalan dan jembatan, warga Amfoang juga menyampaikan keluhan terkait keterbatasan BBM, belum meratanya aliran listrik dan jaringan internet, akses air bersih, hingga rumah sakit yang telah dibangun namun belum beroperasi optimal.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Gibran memastikan pemerintah pusat akan segera melakukan koordinasi lintas kementerian, termasuk dengan Kementerian ESDM, Kementerian Kesehatan, dan Pertamina.

“Nanti segera kita koordinasikan dengan Pertamina. Tadi juga ada rumah sakit yang sebenarnya sudah dibangun tetapi belum difungsikan, itu akan segera kami koordinasikan dengan Kementerian Kesehatan,” ungkapnya.

Wapres juga menegaskan pembangunan nasional saat ini tidak lagi berfokus pada Pulau Jawa, melainkan menjangkau seluruh wilayah Indonesia, termasuk kawasan perbatasan seperti NTT.

“Sekarang pembangunan bukan lagi Jawa-sentris, tetapi Indonesia-sentris. Jadi bukan hanya Jawa yang dibangun, termasuk juga NTT,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, masyarakat turut berharap pemerintah pusat memberi perhatian terhadap pembangunan SPBU, penyediaan listrik desa, pengoperasian rumah sakit, pembangunan jembatan penghubung antarwilayah, hingga percepatan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Warga juga menyampaikan persoalan batas wilayah Indonesia-Timor Leste yang dinilai masih membutuhkan perhatian serius pemerintah pusat.

Menutup dialog, Gibran meminta pemerintah daerah terus mengawal dan mengoordinasikan tindak lanjut seluruh aspirasi masyarakat agar penanganan dapat dilakukan secara terpadu antara pemerintah pusat dan daerah.

Baca Juga: Jangan Hanya Pengusaha yang Dijerat, Kejagung Diminta Bongkar Seluruh Aktor Kasus Tambang PT QSS

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.