Pengawasan Lewat CCTV Tak Cukup, Aparat Harus Hadir untuk Berantas Begal

AKURAT.CO Di tengah maraknya aksi begal di Jakarta, penanganan keamanan tidak bisa hanya mengandalkan teknologi pengawasan seperti CCTV, tanpa didukung kehadiran aparat di lapangan.
Pendekatan keamanan yang terlalu bertumpu pada pemantauan melalui kamera pengawas, dinilai belum mampu memberikan efek pencegahan secara nyata terhadap aksi kriminalitas yang belakangan kerap meresahkan masyarakat.
"Percuma ada CCTV kalau tidak ada petugas di lapangan. Pencegahan itu harus nyata, bukan hanya pemantauan," kata Anggota Komisi A DPRD Jakarta, Ongen Sangaji, saat dikonfirmasi, Selasa (26/5/2026).
Baca Juga: Marak Begal, Pemprov Jakarta Diminta Bangun Markas Besar Satpol PP
Menurut dia, persoalan keamanan di Jakarta harus dibenahi secara menyeluruh, mulai dari penguatan patroli hingga peningkatan koordinasi antarpetugas di lapangan.
Selama ini, respons terhadap potensi gangguan keamanan di sejumlah wilayah masih belum optimal akibat keterbatasan sumber daya manusia dan sistem pengendalian yang belum terintegrasi.
Dia menegaskan, tanggung jawab atas kondisi keamanan di Jakarta berada di tangan gubernur sebagai pengambil kebijakan tertinggi di daerah.
Karena itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta diminta segera melakukan evaluasi secara komprehensif terhadap sistem pengamanan yang berjalan saat ini.
"Kalau bicara kebijakan, yang bertanggung jawab ya gubernur. Harus ada evaluasi menyeluruh," tegasnya.
Selain mengevaluasi sistem pengawasan berbasis teknologi, Ongen juga meminta pemerintah daerah memperkuat kehadiran aparat di titik-titik rawan kriminalitas.
Baca Juga: 'Jakarta Darurat Begal' Akibat Kondisi Ekonomi Sulit, Penindakan Represif Tak Cukup
Langkah tersebut dinilai penting untuk memberikan rasa aman bagi masyarakat, sekaligus mempercepat penanganan ketika terjadi gangguan keamanan.
Dia mengingatkan, meningkatnya kekhawatiran warga terhadap aksi begal dan tawuran tidak boleh dianggap sebagai persoalan biasa. Pemerintah daerah harus bergerak cepat, agar situasi keamanan tidak semakin memburuk.
"Jangan sampai masyarakat terus merasa tidak aman. Harus ada perbaikan serius dan cepat," ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








