Akurat Logo

Pengawasan Lewat CCTV Tak Cukup, Aparat Harus Hadir untuk Berantas Begal

Okto Rizki Alpino | 26 Mei 2026, 22:30 WIB
Pengawasan Lewat CCTV Tak Cukup, Aparat Harus Hadir untuk Berantas Begal
Pengawasan lewat CCTV.

AKURAT.CO Di tengah maraknya aksi begal di Jakarta, penanganan keamanan tidak bisa hanya mengandalkan teknologi pengawasan seperti CCTV, tanpa didukung kehadiran aparat di lapangan.

Pendekatan keamanan yang terlalu bertumpu pada pemantauan melalui kamera pengawas, dinilai belum mampu memberikan efek pencegahan secara nyata terhadap aksi kriminalitas yang belakangan kerap meresahkan masyarakat.

"Percuma ada CCTV kalau tidak ada petugas di lapangan. Pencegahan itu harus nyata, bukan hanya pemantauan," kata Anggota Komisi A DPRD Jakarta, Ongen Sangaji, saat dikonfirmasi, Selasa (26/5/2026).

Baca Juga: Marak Begal, Pemprov Jakarta Diminta Bangun Markas Besar Satpol PP

Menurut dia, persoalan keamanan di Jakarta harus dibenahi secara menyeluruh, mulai dari penguatan patroli hingga peningkatan koordinasi antarpetugas di lapangan.

Selama ini, respons terhadap potensi gangguan keamanan di sejumlah wilayah masih belum optimal akibat keterbatasan sumber daya manusia dan sistem pengendalian yang belum terintegrasi.

Dia menegaskan, tanggung jawab atas kondisi keamanan di Jakarta berada di tangan gubernur sebagai pengambil kebijakan tertinggi di daerah.

Karena itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta diminta segera melakukan evaluasi secara komprehensif terhadap sistem pengamanan yang berjalan saat ini.

"Kalau bicara kebijakan, yang bertanggung jawab ya gubernur. Harus ada evaluasi menyeluruh," tegasnya.

Selain mengevaluasi sistem pengawasan berbasis teknologi, Ongen juga meminta pemerintah daerah memperkuat kehadiran aparat di titik-titik rawan kriminalitas.

Baca Juga: 'Jakarta Darurat Begal' Akibat Kondisi Ekonomi Sulit, Penindakan Represif Tak Cukup

Langkah tersebut dinilai penting untuk memberikan rasa aman bagi masyarakat, sekaligus mempercepat penanganan ketika terjadi gangguan keamanan.

Dia mengingatkan, meningkatnya kekhawatiran warga terhadap aksi begal dan tawuran tidak boleh dianggap sebagai persoalan biasa. Pemerintah daerah harus bergerak cepat, agar situasi keamanan tidak semakin memburuk.

"Jangan sampai masyarakat terus merasa tidak aman. Harus ada perbaikan serius dan cepat," ujarnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.