Akurat Logo

Dari Galian Jalan ke Air Jernih, Warga Condet Mulai Menikmati Hasil Pembangunan PAM Jaya

Okto Rizki Alpino | 11 Juni 2026, 20:58 WIB
Dari Galian Jalan ke Air Jernih, Warga Condet Mulai Menikmati Hasil Pembangunan PAM Jaya
Salah satu warga Condet, Jakarta Timur, Darkat (43), merasakan manfaat pembangunan pipa PAM Jaya. Foto: PAM Jaya

AKURAT.CO Beberapa bulan lalu, ruas-ruas jalan di Condet, Jakarta Timur, dipenuhi aktivitas pembangunan.

Alat berat bekerja, badan jalan menyempit, lalu lintas tersendat dan debu beterbangan mengikuti kendaraan yang melintas.

Bagi sebagian warga, kondisi itu menjadi tantangan yang harus dihadapi setiap hari. Namun di balik ketidaknyamanan tersebut, tersimpan harapan akan hadirnya layanan dasar yang lebih baik bagi masyarakat.

Kini, harapan tersebut mulai menjadi kenyataan. Air minum perpipaan PAM Jaya telah mengalir ke Condet. Pipa-pipa yang sebelumnya ditanam di bawah jalan kini menghadirkan akses air yang lebih aman, lebih praktis, dan menjadi alternatif bagi warga yang selama ini bergantung pada air tanah.

Darkat (43), salah satu warga Condet, menjadi saksi perubahan tersebut. Ia mengaku merasakan perbedaan signifikan setelah beralih menggunakan layanan air perpipaan.

Baca Juga: TP PKK Bersama PAM Jaya Salurkan Ratusan Toren Air untuk Warga Kurang Mampu di Pulo Gebang

Darkat mengakui kualitas air yang diterima jauh lebih baik, dibandingkan air sumur yang selama ini digunakan sebagian besar warga di lingkungannya.

"Air PAM sekarang cukup bagus, jernih dan saya merasa puas. Di daerah saya rata-rata air sumurnya kuning. Dari sisi pengeluaran juga terasa lebih hemat. Dulu kebutuhan pokok seperti listrik dan air bisa sampai sekitar Rp600 ribu per bulan, sekarang sekitar Rp400 sampai Rp450 ribu. Jadi, saya berterima kasih kepada PAM Jaya karena sudah masuk ke lingkungan kami," jelasnya, kepada wartawan, Kamis (11/6/2026).

Tak hanya soal kualitas air, perubahan juga dirasakan dari sisi pengeluaran rumah tangga. Bagi Darkat, kehadiran air perpipaan tidak sekadar mempermudah kebutuhan sehari-hari tetapi juga membantu mengurangi biaya yang harus dikeluarkan setiap bulan.

Cerita serupa datang dari Siti Nur. Warga Condet itu mengaku tidak lagi khawatir soal ketersediaan air untuk kebutuhan rumah tangga.

Setelah menggunakan layanan PAM Jaya, ia merasakan kualitas air yang jernih dan stabil tanpa gangguan berarti.

Baca Juga: Perluas Layanan Air Bersih, Pemprov Jakarta dan PAM Jaya Jalin Kerja Sama Internasional

"Air PAM bagus, bening, jernih untuk sehari-hari. Terus tidak ada gangguan juga selama ini. Biayanya juga murah, cuma sekitar Rp50 ribu sebulan," katanya.

Bagi Siti (44), biaya yang terjangkau menjadi nilai tambah tersendiri. Dengan pengeluaran yang relatif rendah, kebutuhan air keluarganya dapat terpenuhi dengan baik setiap hari.

Ia merasakan manfaat yang lebih dekat dengan aktivitas kesehariannya. Hal-hal sederhana yang sebelumnya dianggap biasa kini terasa berbeda setelah kualitas air yang digunakan meningkat.

"Sekarang mandi terasa lebih segar, cucian jadi lebih bersih, dan kulit juga terasa lebih baik," tuturnya.

Pengalaman warga tersebut menjadi gambaran bagaimana pembangunan infrastruktur yang sempat menimbulkan ketidaknyamanan perlahan mulai menunjukkan manfaat nyata.

Baca Juga: Atasi Keterbatasan Suplai Air Bersih, PAM Jaya Resmikan IPA Portabel di Kelurahan Semanan

Pembangunan jaringan perpipaan di Condet merupakan bagian dari langkah besar PAM Jaya bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mencapai target 100 persen cakupan layanan air minum perpipaan pada 2029.

Oleh karena itu, pembangunan jaringan pipa terus dilakukan secara masif di berbagai wilayah Jakarta.

Bagi warga Condet, manfaat itu kini sudah dapat dirasakan langsung. Ketidaknyamanan yang sempat muncul selama proses pembangunan perlahan terbayar oleh aliran air jernih yang kini mengalir ke rumah-rumah mereka setiap hari.

Di balik pipa yang tertanam di bawah jalan, tersimpan cerita tentang perubahan kecil yang membawa dampak besar bagi kehidupan warga.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.