Dari Galian Jalan ke Air Jernih, Warga Condet Mulai Menikmati Hasil Pembangunan PAM Jaya

AKURAT.CO Beberapa bulan lalu, ruas-ruas jalan di Condet, Jakarta Timur, dipenuhi aktivitas pembangunan.
Alat berat bekerja, badan jalan menyempit, lalu lintas tersendat dan debu beterbangan mengikuti kendaraan yang melintas.
Bagi sebagian warga, kondisi itu menjadi tantangan yang harus dihadapi setiap hari. Namun di balik ketidaknyamanan tersebut, tersimpan harapan akan hadirnya layanan dasar yang lebih baik bagi masyarakat.
Kini, harapan tersebut mulai menjadi kenyataan. Air minum perpipaan PAM Jaya telah mengalir ke Condet. Pipa-pipa yang sebelumnya ditanam di bawah jalan kini menghadirkan akses air yang lebih aman, lebih praktis, dan menjadi alternatif bagi warga yang selama ini bergantung pada air tanah.
Darkat (43), salah satu warga Condet, menjadi saksi perubahan tersebut. Ia mengaku merasakan perbedaan signifikan setelah beralih menggunakan layanan air perpipaan.
Baca Juga: TP PKK Bersama PAM Jaya Salurkan Ratusan Toren Air untuk Warga Kurang Mampu di Pulo Gebang
Darkat mengakui kualitas air yang diterima jauh lebih baik, dibandingkan air sumur yang selama ini digunakan sebagian besar warga di lingkungannya.
"Air PAM sekarang cukup bagus, jernih dan saya merasa puas. Di daerah saya rata-rata air sumurnya kuning. Dari sisi pengeluaran juga terasa lebih hemat. Dulu kebutuhan pokok seperti listrik dan air bisa sampai sekitar Rp600 ribu per bulan, sekarang sekitar Rp400 sampai Rp450 ribu. Jadi, saya berterima kasih kepada PAM Jaya karena sudah masuk ke lingkungan kami," jelasnya, kepada wartawan, Kamis (11/6/2026).
Tak hanya soal kualitas air, perubahan juga dirasakan dari sisi pengeluaran rumah tangga. Bagi Darkat, kehadiran air perpipaan tidak sekadar mempermudah kebutuhan sehari-hari tetapi juga membantu mengurangi biaya yang harus dikeluarkan setiap bulan.
Cerita serupa datang dari Siti Nur. Warga Condet itu mengaku tidak lagi khawatir soal ketersediaan air untuk kebutuhan rumah tangga.
Setelah menggunakan layanan PAM Jaya, ia merasakan kualitas air yang jernih dan stabil tanpa gangguan berarti.
Baca Juga: Perluas Layanan Air Bersih, Pemprov Jakarta dan PAM Jaya Jalin Kerja Sama Internasional
"Air PAM bagus, bening, jernih untuk sehari-hari. Terus tidak ada gangguan juga selama ini. Biayanya juga murah, cuma sekitar Rp50 ribu sebulan," katanya.
Bagi Siti (44), biaya yang terjangkau menjadi nilai tambah tersendiri. Dengan pengeluaran yang relatif rendah, kebutuhan air keluarganya dapat terpenuhi dengan baik setiap hari.
Ia merasakan manfaat yang lebih dekat dengan aktivitas kesehariannya. Hal-hal sederhana yang sebelumnya dianggap biasa kini terasa berbeda setelah kualitas air yang digunakan meningkat.
"Sekarang mandi terasa lebih segar, cucian jadi lebih bersih, dan kulit juga terasa lebih baik," tuturnya.
Pengalaman warga tersebut menjadi gambaran bagaimana pembangunan infrastruktur yang sempat menimbulkan ketidaknyamanan perlahan mulai menunjukkan manfaat nyata.
Baca Juga: Atasi Keterbatasan Suplai Air Bersih, PAM Jaya Resmikan IPA Portabel di Kelurahan Semanan
Pembangunan jaringan perpipaan di Condet merupakan bagian dari langkah besar PAM Jaya bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mencapai target 100 persen cakupan layanan air minum perpipaan pada 2029.
Oleh karena itu, pembangunan jaringan pipa terus dilakukan secara masif di berbagai wilayah Jakarta.
Bagi warga Condet, manfaat itu kini sudah dapat dirasakan langsung. Ketidaknyamanan yang sempat muncul selama proses pembangunan perlahan terbayar oleh aliran air jernih yang kini mengalir ke rumah-rumah mereka setiap hari.
Di balik pipa yang tertanam di bawah jalan, tersimpan cerita tentang perubahan kecil yang membawa dampak besar bagi kehidupan warga.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






