Akurat Logo

Serap 12 Ribu Tenaga Kerja, LNG Abadi Masela Siap Dongkrak Ekonomi Indonesia Timur

Ayu Rachmaningtyas | 16 Juli 2026, 22:57 WIB
Serap 12 Ribu Tenaga Kerja, LNG Abadi Masela Siap Dongkrak Ekonomi Indonesia Timur
Proyek LNG Abadi Masela.

AKURAT.CO Proyek Strategis Nasional (PSN) Liquefied Natural Gas (LNG) Abadi Masela tidak hanya diproyeksikan menjadi salah satu proyek gas terbesar di Indonesia, tetapi juga diharapkan menjadi motor pertumbuhan ekonomi di kawasan Indonesia Timur.

Selain memperkuat ketahanan energi nasional, proyek ini diperkirakan menyerap ribuan tenaga kerja, meningkatkan penerimaan negara, dan mendorong hilirisasi industri.

Presiden Prabowo Subianto telah meresmikan groundbreaking Proyek LNG Abadi Masela di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, Kamis (16/7/2026).

Proyek yang telah dinantikan selama hampir tiga dekade itu memiliki nilai investasi sekitar USD20,9 miliar atau setara Rp352 triliun.

Lapangan gas yang berada sekitar 160 kilometer di lepas pantai Pulau Yamdena, Laut Arafura, tersebut memiliki cadangan sekitar 18,54 triliun kaki kubik (TCF).

Proyek ini dirancang memproduksi 9,5 juta ton LNG per tahun, memasok 150 juta kaki kubik gas per hari untuk kebutuhan domestik, serta menghasilkan sekitar 35.000 barel kondensat per hari.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan sedikitnya 60 persen produksi gas akan diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, sedangkan maksimal 40 persen dialokasikan untuk ekspor.

"Gas yang dihasilkan nanti sekitar 60 persen minimal akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, sedangkan maksimal 40 persen untuk ekspor," ujar Bahlil.

Menurutnya, pasokan gas tersebut akan menjadi fondasi pengembangan industri hilir, termasuk industri pupuk, serta memenuhi kebutuhan energi PLN, PGN, dan sejumlah sektor industri lainnya.

"Pupuk akan membangun industri hilirisasi di sini. Kemudian sebagian gas juga akan kita salurkan kepada PLN, PGN, dan beberapa perusahaan swasta. Langkah ini sekaligus meningkatkan nilai tambah dan mendorong penciptaan nilai ekonomi di daerah," katanya.

Selain memperkuat ketahanan energi, Proyek LNG Abadi Masela diperkirakan memberikan manfaat ekonomi yang signifikan.

Pemerintah memproyeksikan proyek ini menghasilkan penerimaan langsung sekitar USD37,8 miliar, dengan kontribusi pajak tidak langsung mencapai USD6,43 miliar.

Baca Juga: Proyek LNG Abadi Masela Jadi Tonggak Baru Ketahanan Energi Nasional

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.