Foke Usul Memorial Lecture Bang Ali Jadi Agenda Tahunan Jakarta

AKURAT.CO Mantan Gubernur Jakarta, Fauzi Bowo (Foke), mengusulkan agar Memorial Lecture Ali Sadikin menjadi agenda tahunan mulai 2027, sebagai bagian dari rangkaian menuju peringatan 500 tahun Kota Jakarta.
Menurutnya, Gubernur Jakarta periode 1966-1977, Ali Sadikin berjasa besar dalam membangun fondasi kebudayaan Jakarta dengan menempatkan seni sebagai hak publik yang sejajar dengan layanan kesehatan dan pendidikan.
Salah satu warisan terbesar Ali Sadikin adalah keberaniannya menetapkan kebudayaan sebagai public good atau barang publik sejak 1968. Kebudayaan tidak harus menghasilkan keuntungan secara ekonomi, tetapi wajib dihadirkan dan dijamin keberadaannya oleh pemerintah.
Baca Juga: Resmi, Persija Jakarta Perpanjang Kontrak Fabio Calonego Dua Musim
"Kebudayaan ini utamanya adalah sebuah barang publik. Dia tidak harus mendatangkan keuntungan, tapi wajib ada," ujar Foke, dalam penutupan rangkaian peringatan 100 Tahun Ali Sadikin yang ditandai dengan sesi Memorial Lecture, Kamis (16/7/2026).
Prinsip itu menjadi dasar lahirnya Taman Ismail Marzuki (TIM) sebagai pusat kesenian Jakarta. Dia menceritakan, gagasan membangun TIM berawal dari pertanyaan sederhana Ali Sadikin mengenai ruang berkumpul para seniman setelah kawasan Senen tak lagi menjadi pusat aktivitas mereka.
"Dulu itu di Senen seniman-seniman pada ngumpul, sekarang pada ngumpul di mana?" kata Foke menirukan ucapan Ali Sadikin.
Dari pertanyaan tersebut, Ali Sadikin kemudian menggagas pembangunan ruang seni di bekas kawasan Kebun Binatang Cikini. Namun menurut Foke, yang terpenting bukan hanya membangun fasilitas, melainkan menjamin kebebasan seniman dalam berkarya tanpa intervensi pemerintah.
Dia mengutip pesan Ali Sadikin yang hingga kini masih relevan, yakni pemerintah tidak boleh mengatur atau menentukan karya seni, melainkan memberikan kebebasan penuh kepada para seniman.
"Pemerintah tidak boleh ikut campur dan menentukan. Biar para seniman itu sendiri, bebas. Mereka merdeka dalam mencipta," kutipnya.
Foke menilai prinsip tersebut menjadikan TIM bukan sekadar kompleks pertunjukan seni, tetapi simbol tanggung jawab pemerintah dalam menyediakan ruang kreativitas bagi masyarakat.
Dia juga mengenang Ali Sadikin sebagai pemimpin yang selalu berpikir di luar kebiasaan (thinking out of the box), mulai dari menjadi pelopor penggunaan komputer di lingkungan pemerintahan pada 1969 hingga menyusun master plan pembangunan Jakarta secara komprehensif.
"Beliau adalah seorang pribadi yang sangat kokoh akan keyakinannya. Kalau dia sudah yakin, dia akan mempertahankan itu dan konsisten mempertahankannya sampai kapan pun," kenang Foke.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 4Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 520 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026



