Akurat Logo

32 Kendaraan Hias Ramaikan Jakarta Saat Malam Merdeka di Monas

Ayu Rachmaningtyas | 18 Agustus 2026, 22:43 WIB
32 Kendaraan Hias Ramaikan Jakarta Saat Malam Merdeka di Monas
Sebanyak 32 kendaraan hias bergerak beriringan dari kawasan Monas menuju Bundaran Hotel Indonesia (HI).

AKURAT.CO Presiden Prabowo Subianto membuka rangkaian Malam Merdeka di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, sebagai ruang kebersamaan masyarakat dalam memaknai perjalanan bangsa pada HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Rangkaian acara diawali dengan karnaval kendaraan hias yang menampilkan karya kreatif, keragaman budaya Nusantara, serta semangat persatuan.

Sebanyak 32 kendaraan hias bergerak beriringan dari kawasan Monas menuju Bundaran Hotel Indonesia (HI).

Presiden Prabowo bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tampak menyaksikan karnaval dari tribun utama.

Kendaraan hias tersebut merupakan hasil kreasi kementerian dan lembaga yang membawa pesan serta merepresentasikan berbagai program pemerintah, khususnya program prioritas nasional.

Rangkaian Malam Merdeka dirancang untuk menghadirkan ruang kebersamaan tanpa sekat melalui kolaborasi lintas lembaga.

Selain mempererat hubungan antarmasyarakat, kegiatan tersebut juga membuka ruang bagi perputaran ekonomi rakyat melalui keterlibatan pelaku kreatif, produk, dan jasa ekonomi kreatif.

Sedikitnya 3.000 pelaku kreatif dari berbagai subsektor ekonomi kreatif terlibat dalam penyelenggaraan karnaval.

Keterlibatan tersebut menunjukkan bahwa kreativitas dapat menjadi medium untuk menyampaikan nilai-nilai kebangsaan sekaligus memberikan ruang bagi talenta dari berbagai daerah untuk mengambil bagian dalam peringatan kemerdekaan.

Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, mengatakan, makna kemerdekaan tahun ini perlu ditempatkan dalam semangat kepedulian terhadap sesama.

Menurutnya, seluruh rangkaian kegiatan juga dilaksanakan dengan memperhatikan situasi kebangsaan, termasuk kepedulian terhadap masyarakat yang tengah menghadapi dampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Ia mengatakan peringatan kemerdekaan menjadi momentum untuk mengingat perjalanan bangsa, menguatkan kebersamaan, serta menyampaikan pesan bahwa Indonesia adalah satu.

"Menjadi bagian dari cara pemerintah memaknai kemerdekaan melalui solidaritas dan rasa senasib sebagai satu bangsa. Semangat keberpihakan terhadap karya anak bangsa juga diwujudkan melalui penggunaan produk lokal oleh seluruh peserta karnaval, dari busana hingga berbagai elemen pendukung,” ujar Teuku Riefky, dikutip Selasa (18/8/2026).

Baca Juga: Kenapa Malam Hari Justru Banyak Pikiran? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.