Akurat Logo

Digagas Maximus Tipagau, Bendera Merah Putih Berkibar Gagah di Habitat Hiu Paus Teluk Cenderawasih

Nuzulul Karamah | 15 Agustus 2026, 15:11 WIB
Digagas Maximus Tipagau, Bendera Merah Putih Berkibar Gagah di Habitat Hiu Paus Teluk Cenderawasih
Digagas Maximus Tipagau, Bendera Merah Putih Berkibar Gagah di Habitat Hiu Paus Teluk Cenderawasih. - Istimewa

AKURAT.CO Pemandangan spektakuler tersaji di tengah birunya perairan Teluk Cenderawasih, Kampung Sowa, Distrik Kwatisore, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, Jumat (14/8/2026). Sang Saka Merah Putih berkibar gagah tepat di kawasan habitat Hiu Paus.

​Aksi memesona ini bukan sekadar perayaan rutin menjelang HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, melainkan sebuah inisiasi inspiratif yang digagas oleh tokoh muda Papua sekaligus Pimpinan Yayasan Somatua, Maximus Tipagau.

​Bersama PT Adventure Cartenz, komunitas penyelam Papua Tengah, serta masyarakat lokal, kegiatan penuh makna ini juga mendapat dukungan penuh dari Balai Besar Taman Nasional Teluk Cenderawasih dan Polda Papua Tengah.

​Pengibaran bendera di habitat satwa langka tersebut menjadi pesan kuat bahwa semangat kemerdekaan tak hanya menggema di daratan, tetapi juga hadir menjaga kekayaan maritim Nusantara demi generasi masa depan.

​Sebagai sosok yang gigih memajukan pariwisata Papua, Maximus Tipagau menegaskan bahwa momen kemerdekaan ini harus dimanfaatkan untuk mendorong sektor pariwisata sebagai kekuatan baru penggerak ekonomi dan pendidikan masyarakat lokal.

Baca Juga: Turis Tewas Diserang Hiu Putih Raksasa di Australia Barat, Serangan Terjadi Dekat Pulau Wisata Populer

​Ia bercita-cita menjadikan Hiu Paus Teluk Cenderawasih sebagai ikon pariwisata kebanggaan Papua Tengah yang mendunia.

​“HUT Kemerdekaan ini harus menjadi momentum untuk meningkatkan ekonomi dan pendidikan masyarakat melalui pariwisata,” ujar Maximus Tipagau.

​Dalam pandangannya, ada tiga poin besar yang ingin dicapai melalui pengibaran bendera dan pengembangan pariwisata ini:

​1. Pemberdayaan Anak Muda Papua

Pariwisata diharapkan tak hanya mendatangkan turis, tetapi juga menciptakan lapangan kerja serta ruang belajar bagi generasi muda pesisir.

​“Kami berharap anak-anak muda bisa belajar diving, bahasa Inggris dan keterampilan lainnya sehingga mereka tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut terlibat dan mendapatkan manfaat dari pariwisata,” ungkapnya.

​2. Promosi Destinasi Unggulan dan Kolaborasi

Selain Hiu Paus, Papua Tengah menyimpan potensi megah seperti Puncak Carstensz hingga kekayaan budaya yang berharga. Namun, Maximus menggarisbawahi pentingnya keterlibatan seluruh elemen untuk mewujudkannya.

​“Pengembangan pariwisata ini tidak bisa dilakukan sendiri. Dibutuhkan kolaborasi semua pihak,” tegas Maximus.

​3. Pesan Kedamaian dan Pelestarian Lingkungan

Lebih lanjut, Maximus berharap geliat pariwisata dapat mempererat persatuan serta membuktikan kepada khalayak global bahwa Papua Tengah adalah destinasi yang aman, indah, dan ramah.

​“Harapannya Hiu Paus ini terus menggema, menjadi salah satu tujuan wisata dan mampu membuka lapangan kerja bagi anak-anak Papua. Melalui pariwisata juga kita bisa menyampaikan kepada dunia bahwa Papua itu daerah yang aman,” tuturnya.

​Di samping potensi ekonominya, Maximus mengingatkan bahwa keberadaan Hiu Paus harus tetap dilindungi sebagai bagian penting dari ekosistem laut Teluk Cenderawasih, bukan semata objek wisata.

​“Tentunya semua ini bisa terwujud apabila pemerintah mendukung pembangunan infrastruktur, promosi yang kuat, keterlibatan masyarakat serta perlindungan kawasan konservasi. Papua Tengah diharapkan mampu menjadi salah satu tujuan wisata unggulan Indonesia,” pungkasnya.

Baca Juga: Susunan Upacara 17 Agustus 2025 di Istana Merdeka: Pengibaran dan Penurunan Bendera Merah Putih!

​Lewat aksi yang digagas Maximus Tipagau ini, Kibaran Merah Putih di perairan Kwatisore menjadi simbol harmoni antara semangat nasionalisme, pemberdayaan masyarakat, dan komitmen menjaga kelestarian alam Papua untuk dunia.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.