Modifikasi Cuaca Turunkan Polusi Jakarta hingga 57 Persen, BPBD: Tapi Ini Bukan Solusi Tunggal

AKURAT.CO Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) diklaim menurunkan polutan di sejumlah wilayah Jakarta hingga 57 persen.
Operasi ini dilakukan di tengah kemarau yang membuat lima wilayah administrasi Jakarta mengalami hari tanpa hujan sedikitnya 31 hari.
"OMC berhasil mengoptimalkan potensi hujan di beberapa lokasi. Kami juga melihat adanya penurunan angka polutan, namun hasilnya tetap kami evaluasi karena kondisi atmosfer sangat dinamis," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta, Marulitua Sijabat, di Bandara Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Jumat (28/8/2026).
Baca Juga: Pantau Emisi Real-Time, Industri Nakal Penyumbang Polusi Udara Bakal Langsung Ditindak!
Penurunan polutan dalam evaluasi sementara berada di kisaran 23-50 persen. Angka tertinggi yang terpantau mencapai 57 persen. Hasil itu muncul setelah hujan turun di sejumlah lokasi Jakarta pada Kamis, 27 Agustus.
OMC digelar sebagai langkah mitigasi menghadapi musim kemarau sekaligus untuk membantu memperbaiki kualitas udara. Operasi dilakukan berdasarkan pemantauan atmosfer secara real time dan rekomendasi BMKG.
Sebelum 20 Agustus 2026, kualitas udara Jakarta tercatat berada dalam kategori tidak sehat selama 26 hari terakhir. Kondisi itu menjadi salah satu pertimbangan penyemaian awan diarahkan ke sejumlah titik dengan konsentrasi polutan relatif tinggi, termasuk PM2.5.
Hingga 26 Agustus, sebanyak 24 sorti penerbangan telah dilakukan dengan total durasi sekitar 21 jam. Dua pesawat Cessna Caravan 208B milik Smart Cakrawala Aviation digunakan untuk operasi tersebut.
Pesawat menyemai awan yang berpotensi menghasilkan hujan. Dalam kondisi tertentu, penyemaian diarahkan ke titik prioritas yang memiliki kualitas udara buruk atau kadar PM2.5 tinggi.
Baca Juga: Cara Alami Menjaga Kesehatan Paru-paru dari Dampak Polusi
Maruli mengingatkan, hasil OMC tidak bisa menjadi satu-satunya andalan untuk mengatasi polusi Jakarta. Penurunan konsentrasi PM2.5 tetap harus dilihat dalam evaluasi yang lebih panjang karena kondisi atmosfer cepat berubah.
"OMC bukan solusi tunggal. Persoalan kualitas udara harus ditangani secara menyeluruh dan konsisten dari sumber pencemarnya," ujarnya.
Dia mengatakan, OMC hanya dijalankan ketika kondisi teknis memungkinkan dan operasi tersebut dinilai dapat memberikan manfaat berdasarkan rekomendasi BMKG.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






