Pramono Blak-blakan Sebut PLTU Penyumbang Utama Polusi Jakarta

AKURAT.CO Gubernur Jakarta, Pramono Anung, menyebut pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) serta industri pengguna batubara sebagai penyumbang utama pencemaran udara di Jakarta, bukan semata-mata karena kendaraan bermotor.
"Karena polusi di Jakarta paling utama itu disebabkan oleh pembangkit listrik ataupun industri-industri yang menggunakan batu bara sebagai bahan bakarnya," kata Pramono, Selasa (24/6/2025).
Dia juga menyoroti penggunaan bahan bakar tinggi sulfur, sebagai pemicu serius kerusakan kualitas udara. Meski kendaraan bermotor masih menyumbang bagian dalam soal emisi, dia menilai pengurangan jumlah kendaraan saja tak akan mampu membenahi persoalan besar yang mengendap dari cerobong pabrik.
"Termasuk kemudian bahan bakar yang sulfurnya tinggi," tambahnya.
Baca Juga: Pramono Anung: Bank Jakarta Harus Profesional dan Siap IPO
Menyoal solusi hijau, dia bersikap realistis. Keberadaan hutan kota belum cukup ampuh menghapus jejak polusi dari langit Jakarta.
Politisi PDI Perjuangan itu mencontohkan, Hutan Kota Srengseng yang meskipun mampu menyerap 313 ton CO2 dan menghasilkan 227,8 ton oksigen tiap tahun, tetap tak mampu menjadi jawaban tunggal atas krisis udara bersih di kota megapolitan ini.
"Ya, dengan tadi tentunya tidak bisa secara keseluruhan memperbaiki polusi Jakarta," ucapnya.
Pramono mengapresiasi langkah tegas pemerintah pusat, khususnya Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan di bawah komando Menteri Hanif Faisol yang beberapa waktu lalu menutup sejumlah pabrik pencemar udara. Dia menyebut, tindakan tersebut ikut menurunkan tingkat polusi secara signifikan.
"Kalau dilihat satu minggu terakhir ini, Jakarta polusinya mengalami penurunan yang signifikan. Ya, selain hujan, tetapi juga karena pabriknya tidak beroperasi," tutup Pramono.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








