Akurat Logo

Bukan Sekadar Janji, Presiden Prabowo Sulap Lampung Jadi Kekuatan Pangan Nasional

Moehamad Dheny Permana | 24 Oktober 2026, 20:12 WIB
Bukan Sekadar Janji, Presiden Prabowo Sulap Lampung Jadi Kekuatan Pangan Nasional
Diskusi publik bertajuk “Lampung sebagai Lumbung Pangan Nasional” yang diselenggarakan Peduli Tani Indonesia di Maco Cafe & Eatery, Bandar Lampung, Sabtu (24/10/2026).

AKURAT.CO Dua tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menjadi momentum untuk memperkuat sektor pertanian daerah sebagai penopang ketahanan pangan nasional.

Lampung dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu kekuatan pangan nasional melalui peningkatan produksi, hilirisasi, dan pemanfaatan teknologi pertanian.

Hal tersebut mengemuka dalam diskusi publik bertajuk “Lampung sebagai Lumbung Pangan Nasional” yang diselenggarakan Peduli Tani Indonesia di Maco Cafe & Eatery, Bandar Lampung, Sabtu (24/10/2026).

Diskusi yang dihadiri puluhan mahasiswa, masyarakat, dan insan pers itu membahas strategi pengembangan sektor pertanian Lampung, termasuk peluang keterlibatan generasi muda dalam membangun pertanian yang produktif dan berdaya saing.

Salah satu narasumber, aktivis Yudha Priyanda, mengatakan Lampung memiliki beragam komoditas unggulan yang dapat menjadi modal untuk memperkuat kontribusi daerah terhadap ketahanan pangan nasional.

Menurutnya, pengembangan pertanian tidak cukup hanya berfokus pada peningkatan produksi. Penguatan tata niaga dan pengolahan hasil pertanian juga diperlukan agar petani memperoleh nilai tambah yang lebih besar.

“Lampung merupakan salah satu daerah penyangga pangan nasional. Potensi ini perlu dikelola dengan baik agar manfaat ekonominya semakin dirasakan petani dan masyarakat,” kata Yudha.

Ia menilai hilirisasi menjadi salah satu langkah strategis untuk meningkatkan daya saing komoditas lokal.

Pengolahan singkong, kopi, lada, dan berbagai hasil pertanian lainnya dinilai berpeluang menghasilkan produk bernilai tambah sekaligus membuka lapangan kerja baru.

Yudha juga mendorong kolaborasi antara pemerintah, petani, DPRD, dan pelaku industri untuk memperkuat ekosistem pertanian. Kolaborasi tersebut diperlukan, antara lain, untuk menjaga stabilitas harga dan memperbaiki distribusi hasil panen.

Founder Peduli Tani Indonesia, Erza Refenza, menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam membangun sektor pertanian modern yang produktif dan berdaya saing.

Menurutnya, pengembangan pertanian perlu ditopang inovasi teknologi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan dunia usaha.

Erza menilai pertanian dapat menjadi sektor yang menjanjikan bagi anak muda, tidak hanya dalam kegiatan produksi, tetapi juga melalui pengembangan teknologi, pengolahan hasil panen, dan penciptaan usaha baru.

“Pembahasan pertanian harus diarahkan pada solusi dan peluang bisnis ke depan, termasuk bagaimana anak muda Lampung mengambil peran dalam pengembangan sektor ini,” ujar Erza.

Ia mencontohkan pengembangan alat pengering hasil pertanian berbasis listrik atau portable electric exhaust pet dryersebagai salah satu inovasi teknologi yang dapat dikembangkan untuk mendukung kegiatan usaha.

Menurutnya, inovasi lokal perlu mendapatkan dukungan agar mampu menjawab kebutuhan petani sekaligus meningkatkan efisiensi proses produksi.

Erza juga menegaskan bahwa petani harus menjadi bagian utama dalam ekosistem bisnis pertanian.

Melalui penguatan pengolahan hasil panen dan akses terhadap teknologi, petani diharapkan dapat menikmati manfaat ekonomi yang lebih besar.

Baca Juga: Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Hilirisasi dan Konektivitas Jadi Kunci Penguatan Ekonomi Jatim

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.