Akurat
Pemprov Sumsel

Kapan Puasa Nisfu Sya'ban 2024? Berikut Jadwal Pelaksanaan dan Bacaan Niatnya

Shalli Syartiqa | 21 Februari 2024, 20:28 WIB
Kapan Puasa Nisfu Sya'ban 2024? Berikut Jadwal Pelaksanaan dan Bacaan Niatnya

AKURAT.CO Pertanyaan kapan puasa nisfu sya'ban kini sering muncul karena malam Nisfu Sya'ban juga dikenal sebagai lailatul maghfirah atau malam pengampunan.

Pada bulan sya'ban, Allah membuka pintu rahmat dan ampunan seluas-luasnya. Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk menambah amalan ibadah tertentu untuk mendekatkan diri kepada Allah.

Lantas, kapan puasa nisfu sya'ban dan tanggal berapa? Simak berikut penjelasannya.

Puasa nisfu sya'ban

Menurut Kalender Hijriah Indonesia yang diterbitkan oleh Kementerian Agama RI, Nisfu Syaban jatuh pada tanggal 15 Syaban 1445 Hijriah, yang bertepatan dengan 25 Februari 2024 dalam kalender Masehi.

Malam nisfu aya'ban sendiri jatuh pada 24 Februari 2024.

Maka dari itu, puasa nisfu sya'ban 2024 berarti dilaksanakan pada Minggu, 25 Februari 2024.

Baca Juga: Akan Jatuh Pada 25 Februari 2024 Mendatang, Begini Dalil-dalil Mengenai Amalan Malam Nisfu Sya’ban

Berikut ini niat puasa nisfu sya'ban:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ شَعْبَانَ لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu souma ghadin 'an ada'i sunnati Sya'bana lillahi ta'ala.

Artinya: "Hamba niat puasa sunah Syaban esok hari karena Allah SWT."

Pada nisfu sya'ban banyak amalan yang disunahkan, seperti memperbanyak salat sunah, zikir, puasa, memohon ampun, dan membaca surat Yasin sebanyak tiga kali.

Di sisi lain, Buya Yahya menyatakan bahwa ada riwayat yang memakruhkan dan bahkan mengharamkan puasa setelah pertengahan bulan sya'ban.

Menurut mazhab Syafi'i, puasa setelah nisfu sya'ban dilarang karena hari-hari setelah tanggal 15 Syakban dianggap hari syak atau hari yang diragukan.

Larangan berpuasa ini disebabkan dikhawatirkan orang tidak menyadari apakah bulan tersebut sebenarnya sudah memasuki Ramadhan.

Akan tetapi, Buya Yahya menjelaskan bahwa larangan berpuasa setelah nisfu sya'ban sebenarnya hanya ditujukan kepada mereka yang tidak memiliki kebiasaan berpuasa sunah.

Lebih lanjut, Buya Yahya menyatakan bahwa kemakruhan dari hadis yang melarang puasa setelah nisfu sy'aban bisa dihilangkan jika beberapa syarat terpenuhi, seperti:

  1. Melakukan puasa sehari sebelum nisfu sya'ban,
  2. Memang memiliki kebiasaan berpuasa sunah, atau
  3. Memiliki utang puasa yang harus dibayar.

Itulah penjelasan mengenai jadwal pelaksanaan puasa nisfu sya'ban. Semoga bermanfaat.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.