Sholat Dhuha: Waktu, Keutamaan, Tata Cara, dan Doa Lengkap yang Dianjurkan Rasulullah

AKURAT.CO Sholat dhuha merupakan salah satu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW, bahkan termasuk sunnah muakkadah.
Ibadah ini memiliki keutamaan besar bagi siapa saja yang mengamalkannya secara rutin dan penuh keikhlasan.
Sholat dhuha dikerjakan minimal 2 rakaat dan maksimal 12 rakaat, sesuai kemampuan masing-masing muslim.
Waktu Pelaksanaan Sholat Dhuha
Sesuai namanya, sholat dhuha dilakukan pada waktu dhuha, yakni sejak matahari mulai naik hingga menjelang waktu dzuhur.
Secara umum, waktu dhuha berada pada kisaran pukul 07.00 hingga 11.00 WIB.
Keutamaan Sholat Dhuha
Sholat dhuha memiliki banyak keutamaan sebagaimana disebutkan dalam berbagai hadits Rasulullah SAW. Di antaranya:
Baca Juga: 7 Strategi Riset UI/UX yang Wajib Dikuasai agar Desain Tidak Gagal di Pasar
-
Termasuk sholatnya orang-orang yang bertaubat.
-
Menjadi amalan sunnah sebagai cadangan pahala di hari hisab.
-
Dicukupkan segala kebutuhannya oleh Allah SWT.
-
Diampuni dosa-dosanya meski sebanyak buih di lautan.
-
Dua rakaat sholat dhuha bernilai sedekah.
-
Tidak dicatat sebagai golongan orang yang lalai jika mengerjakan dua rakaat.
-
Dicatat sebagai golongan orang baik jika mengerjakan empat rakaat.
-
Dicatat sebagai golongan orang taat jika mengerjakan enam rakaat.
-
Dicatat sebagai orang yang beruntung jika mengerjakan delapan rakaat.
-
Dosa pada hari tersebut tidak dicatat jika mengerjakan sepuluh rakaat.
-
Dibangunkan rumah di surga bagi yang mengerjakan dua belas rakaat.
Tata Cara Sholat Dhuha
Tata cara sholat dhuha pada dasarnya sama dengan sholat sunnah lainnya. Dikutip dari laman resmi Nahdlatul Ulama (NU), terdapat anjuran bacaan surat tertentu pada sholat dhuha.
Pada dua rakaat pertama, dianjurkan membaca:
-
Rakaat pertama: Surat Asy-Syams
-
Rakaat kedua: Surat Ad-Dhuha
Atau dapat juga membaca:
-
Surat Al-Kafirun dan Al-Ikhlas
Untuk rakaat-rakaat selanjutnya, dianjurkan membaca:
Baca Juga: Kecaman Indonesia ke Israel Bukan Kebencian, tapi Amanat Konstitusi
-
Rakaat pertama: Al-Kafirun
-
Rakaat kedua: Al-Ikhlas
Tata Cara Sholat Dhuha 2 Rakaat
-
Niat sholat dhuha bersamaan dengan takbiratul ihram
Niat sholat dhuha:
أُصَلِّيْ سُنَّةَ الضُّحَى رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Ushallî sunnatad dhuhâ rak‘ataini lillâhi ta‘âlâ.
Artinya: “Saya niat sholat sunnah dhuha dua rakaat karena Allah Ta’ala.”
-
Membaca doa iftitah
-
Membaca surat Al-Fatihah
-
Membaca surat pendek
-
Ruku’
-
I’tidal
-
Sujud
-
Duduk di antara dua sujud
-
Sujud kedua
-
Berdiri untuk rakaat kedua dan mengulang urutan
-
Tasyahud akhir
-
Salam
Doa Setelah Sholat Dhuha
Dikutip dari laman resmi NU, berikut beberapa doa yang dianjurkan dibaca setelah sholat dhuha.
Doa Pertama Sholat Dhuha
(Arab, latin, dan terjemahan dipertahankan sesuai naskah asli)
[Isi doa tetap]
Doa Kedua Sholat Dhuha
اَللّٰهُمَّ بِكَ أُصَاوِلُ وَبِكَ أُحَاوِلُ وَبِكَ أُقَاتِلُ
Artinya: “Dengan-Mu aku berusaha, dengan-Mu aku menghadapi, dan dengan-Mu aku berjuang.”
Doa Ketiga Sholat Dhuha
Dibaca sebanyak 40 atau 100 kali:
رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَارْحَمْنِيْ وَتُبْ عَلَيَّ إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ
Artinya: “Tuhanku, ampunilah aku, rahmatilah aku, dan terimalah tobatku. Sungguh Engkau Maha Penerima Tobat lagi Maha Penyayang.”
Sholat dhuha menjadi bukti bahwa ibadah bukan hanya kewajiban, tetapi juga sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus membuka pintu rezeki dan keberkahan hidup.
Mengamalkannya secara istiqamah menjadi investasi akhirat yang besar nilainya.
Baca Juga: Jakarta Kirim Puluhan Truk Bantuan ke Aceh dan Sumatera, Pramono: Ini Kepedulian Bersama
Laporan: Dewi Triana Rahmawati/magang
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









