Akurat Logo

Kapan Puasa Asyura 2026? Ini Jadwal, Keutamaan, dan Bacaan Niat Lengkapnya

Putri Chandra | 17 Juni 2026, 13:17 WIB
Kapan Puasa Asyura 2026? Ini Jadwal, Keutamaan, dan Bacaan Niat Lengkapnya
Ilustrasi, jadwal puasa Asyura 2026. (OpenAI)

AKURAT.CO Banyak umat Islam mulai mencari informasi mengenai kapan puasa Asyura 2026 dilaksanakan.

Puasa sunnah yang jatuh setiap tanggal 10 Muharram ini dikenal memiliki keutamaan besar karena dapat menjadi sebab diampuninya dosa-dosa kecil selama satu tahun yang telah berlalu.

Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2026 yang diterbitkan Kementerian Agama RI, puasa Asyura tahun 2026 bertepatan dengan Kamis, 25 Juni 2026.

Selain jadwal pelaksanaannya, penting juga untuk memahami sejarah, keutamaan, dan bacaan niat puasa Asyura agar ibadah dapat dijalankan dengan lebih khusyuk.

Baca Juga: Tugu Insurance Rayakan Panen Raya Hutan Adopsi di Cianjur, Salurkan 3.000 Bibit Pohon


Kapan Puasa Asyura 2026?

Mengacu pada Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2026 yang diterbitkan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia, awal bulan Muharram 1448 Hijriah dimulai pada tanggal 16 Juni 2026.

Sementara itu, tanggal 10 Muharram yang dikenal sebagai Hari Asyura bertepatan dengan 25 Juni 2026. Karena puasa Asyura dilaksanakan setiap tanggal 10 Muharram dalam kalender Hijriah, maka pada tahun 2026 umat Islam dapat menjalankannya pada hari Kamis, 25 Juni 2026.

Puasa sunnah ini memiliki banyak keutamaan dan dianjurkan bagi umat Muslim yang ingin mendapatkan pahala serta pengampunan dosa-dosa kecil di tahun sebelumnya.

Baca Juga: Susuri Tanjung Pasir, Tzu Chi ASG Salurkan 1.000 Paket Beras Cinta Kasih di Teluknaga


Keutamaan Puasa Asyura

Puasa Asyura merupakan salah satu ibadah sunnah yang memiliki keutamaan besar dalam Islam. Rasulullah SAW secara khusus menyebutkan bahwa puasa yang dilakukan pada tanggal 10 Muharram ini dapat menjadi sebab diampuninya dosa-dosa kecil selama satu tahun yang telah lalu.

Karena keistimewaan tersebut, banyak umat Islam berusaha menjalankannya sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT sekaligus kesempatan untuk memperbaiki diri di awal tahun Hijriah.

Sejarah puasa Asyura ternyata sudah ada sebelum Islam berkembang. Pada masa Rasulullah SAW, kaum Yahudi di Madinah diketahui berpuasa pada hari Asyura untuk mengenang peristiwa penyelamatan Nabi Musa AS dan Bani Israil dari kejaran Firaun.

Dalam sebuah riwayat dari Ibnu Abbas RA, ketika Rasulullah SAW tiba di Madinah, beliau melihat orang-orang Yahudi menjalankan puasa Asyura.

Setelah mengetahui alasan mereka berpuasa, Rasulullah SAW menyatakan bahwa umat Islam lebih berhak mengikuti ajaran Nabi Musa AS karena sama-sama mengimani para nabi yang diutus Allah SWT. Sejak saat itu, beliau menganjurkan umat Islam untuk turut melaksanakan puasa Asyura.

Para ulama menjelaskan bahwa pada awal Islam, puasa Asyura pernah diwajibkan kepada umat Muslim. Namun setelah Allah SWT mewajibkan puasa Ramadan, hukum puasa Asyura berubah menjadi sunnah.

Meski tidak wajib, amalan ini tetap sangat dianjurkan karena memiliki pahala dan keutamaan yang besar.

Keutamaan utama puasa Asyura dijelaskan dalam hadis yang diriwayatkan oleh Muslim dari Abu Qatadah RA. Rasulullah SAW menyampaikan harapannya kepada Allah SWT agar puasa Asyura dapat menghapus dosa-dosa kecil yang dilakukan selama setahun sebelumnya.

Inilah yang membuat puasa Asyura menjadi salah satu amalan sunnah paling istimewa di bulan Muharram.

Selain berpuasa, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak berbagai ibadah lainnya pada bulan Muharram, seperti berdoa, membaca Al-Qur'an, berzikir, dan bersedekah.

Dengan mengisi bulan yang mulia ini dengan berbagai amal kebaikan, diharapkan seseorang dapat memperoleh pahala yang berlimpah serta meningkatkan kualitas keimanannya.


Bacaan Niat Puasa Asyura

نَوَيْتُ صَوْمَ عَاشُرَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى.

Latin: Naiwaitu shauma 'aasyura sunnatan lillaahi ta'aalaa.

Artinya: "Saya berniat puasa sunnah Asyura karena Allah Ta'ala."


FAQ

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.