Rupiah Ditaksir Menguat ke Rp17.750 Jelang Putusan BI Rate

AKURAT.CO Nilai tukar rupiah diperkirakan masih bergerak fluktuatif setelah perdagangan kembali dibuka usai libur HUT ke-81 RI.
Penguatan rupiah hingga level Rp17.798 per USD pada perdagangan terakhir menjadi modal awal, tetapi ruang penguatan masih akan menghadapi sejumlah risiko eksternal dan domestik.
Pengamat mata uang, Ibrahim Assuaibi memperkirakan, pergerakan rupiah pada perdagangan berikutnya masih akan berada dalam rentang terbatas.
Baca Juga: IHSG Rebound Satu Persen Usai Libur Kemerdekaan
Pasar akan mencermati perkembangan konflik di Asia Barat, khususnya aktivitas pelayaran di Selat Hormuz, sekaligus menunggu keputusan suku bunga Bank Indonesia (BI) pada pekan ini.
"Untuk perdagangan hari ini, mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup menguat di rentang Rp17.750-Rp17.800," kata Ibrahim dalam riset hariannya, Senin (17/8/2026).
Pada perdagangan terakhir, rupiah ditutup menguat 29 poin ke level Rp17.798 per USD dari posisi sebelumnya Rp17.827. Rupiah bahkan sempat menguat 35 poin sebelum akhirnya ditutup pada level tersebut.
Pergerakan tersebut, lanjut Ibrahim, menunjukkan rupiah masih memiliki ruang untuk menguat, tetapi pasar belum sepenuhnya keluar dari tekanan eksternal.
Perhatian investor kini tertuju pada perkembangan konflik Amerika Serikat dan Iran serta potensi gangguan terhadap jalur perdagangan energi dunia.
Salah satu faktor yang masih membayangi pasar valuta asing adalah kondisi Selat Hormuz. Aktivitas pelayaran di jalur strategis tersebut melambat setelah sejumlah kapal dilaporkan mengalami serangan.
Kondisi ini menjadi perhatian bagi pasar karena Selat Hormuz merupakan jalur penting perdagangan minyak dunia. Gangguan berkepanjangan berpotensi meningkatkan kekhawatiran terhadap pasokan energi dan mendorong kenaikan harga minyak.
Di sisi lain, konflik juga mendorong investor global lebih berhati-hati dalam menempatkan dana pada aset negara berkembang. Perubahan sentimen risiko global dapat memengaruhi arus modal ke pasar keuangan Indonesia dan pada akhirnya ikut menentukan pergerakan rupiah.
Konflik juga meluas ke kawasan Laut Merah. Serangan kelompok Houthi yang didukung Iran terhadap kapal di sekitar Selat Bab al-Mandab berpotensi menambah gangguan terhadap jalur perdagangan dan meningkatkan risiko terhadap biaya transportasi serta pasokan energi.
Dengan kondisi tersebut, perkembangan geopolitik masih menjadi salah satu variabel utama yang menentukan arah rupiah dalam jangka pendek. Faktor lain yang diperhatikan pasar adalah kondisi perekonomian Amerika Serikat.
Data ekonomi AS yang lebih lemah berpotensi mengurangi tekanan terhadap The Federal Reserve untuk mempertahankan kebijakan moneter yang ketat. Sentimen tersebut dapat menjadi katalis bagi aset berisiko, termasuk mata uang negara berkembang.
Investor juga menunggu publikasi hasil rapat The Fed Juli pada Rabu mendatang. Dokumen tersebut nantinya akan menjadi petunjuk tambahan mengenai pandangan para pembuat kebijakan terhadap inflasi, pertumbuhan ekonomi, dan arah suku bunga AS.
Jika pasar menangkap sinyal bahwa ruang pelonggaran moneter AS semakin terbuka, dolar AS berpotensi kehilangan sebagian daya tariknya. Kondisi tersebut dapat memberikan ruang bagi rupiah untuk mempertahankan penguatan.
Sebaliknya, apabila The Fed memberikan sinyal bahwa suku bunga tinggi masih diperlukan dalam waktu lebih lama, dolar AS berpotensi kembali menguat dan memberikan tekanan terhadap rupiah.
Selain sentimen global, pasar domestik memiliki agenda penting pada pekan ini. BI dijadwalkan menggelar Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 18-19 Agustus 2026.
Keputusan suku bunga akan menjadi perhatian karena BI harus menjaga keseimbangan antara stabilitas nilai tukar dan kebutuhan mempertahankan momentum pertumbuhan ekonomi.
Pasar memperkirakan BI masih akan mempertahankan suku bunga acuan di level 5,75%. Keputusan tersebut akan menjadi salah satu sinyal penting bagi pasar mengenai arah kebijakan moneter Indonesia.
Kebijakan suku bunga memiliki pengaruh terhadap daya tarik aset rupiah. Suku bunga yang relatif tinggi dapat membantu menjaga daya tarik aset domestik, tetapi pada saat yang sama ruang penurunan suku bunga juga berkaitan dengan kebutuhan mendorong pertumbuhan ekonomi.
Rapat kali ini juga menjadi perhatian karena berlangsung di tengah masa transisi kepemimpinan BI.
Destry Damayanti saat ini menjalankan tugas sebagai Pejabat Gubernur BI Sementara setelah Perry Warjiyo mengundurkan diri. Pemerintah kemudian mengajukan Destry sebagai calon tunggal Gubernur BI definitif.
Dalam kapasitasnya sebagai pejabat sementara, Destry sebelumnya menegaskan bahwa BI akan memastikan keberlangsungan tugas dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, sistem pembayaran, dan sistem keuangan.
Karena itu, selain angka suku bunga, pasar juga akan mencermati komunikasi BI setelah keputusan RDG.
Dengan mempertimbangkan berbagai faktor tersebut, peluang rupiah untuk melanjutkan penguatan masih terbuka. Pelemahan dolar AS, ekspektasi kebijakan The Fed, serta potensi stabilitas kebijakan moneter domestik dapat menjadi penopang.
Namun, penguatan tersebut belum dapat dipandang sebagai perubahan tren secara permanen.
Risiko geopolitik masih menjadi faktor yang sulit diprediksi. Apabila ketegangan di Asia Barat meningkat dan mengganggu distribusi minyak melalui jalur strategis seperti Selat Hormuz, tekanan terhadap mata uang negara berkembang dapat kembali meningkat.
Ibrahim memperkirakan rupiah pada perdagangan Selasa (18/8/206) akan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan menguat di rentang Rp17.750-Rp17.800 per USD.
"Rupiah masih akan fluktuatif, namun berpeluang ditutup menguat di kisaran Rp17.750 sampai Rp17.800 per USD," ujarnya.
Dengan demikian, perdagangan setelah libur HUT RI akan menjadi periode penting untuk melihat apakah penguatan rupiah ke Rp17.798 mampu berlanjut atau justru kembali tertekan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 6Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 7Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 8BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









