Akurat Logo

Tata Cara Tayamum yang Benar Lengkap dengan Niat, Syarat, dan Panduannya

Putri Chandra | 25 Juni 2026, 19:03 WIB
Tata Cara Tayamum yang Benar Lengkap dengan Niat, Syarat, dan Panduannya
Ilustrasi, tata cara tayamum. (OpenAI)

AKURAT.CO Simak tata cara tayamum yang tepat bagi umat Muslim sebagai pengganti wudhu saat tidak ada air.

Tayamum merupakan salah satu bentuk keringanan yang diberikan dalam Islam bagi umat Muslim yang tidak dapat menggunakan air untuk bersuci.

Ibadah ini menjadi pengganti wudhu atau mandi wajib ketika air tidak tersedia, sulit diperoleh, atau penggunaan air berisiko membahayakan kesehatan.

Oleh karena itu, penting untuk memahami tata cara tayamum yang benar, mulai dari bacaan niat, syarat, hingga langkah-langkah pelaksanaannya agar ibadah tetap sah dan sesuai syariat.

Baca Juga: UMKM Didorong Lebih Bankable lewat PP 20/2026


Bacaan Niat Tayamum

نَوَيْتُ التَّيَمُّمَ لِاسْتِبَاحَةِ الصَّلَاةِ للهِ تَعَالَى

Nawaitu tayammuma lisstibaahatish shalaati fardlol lillaahi ta'aalaa

Artinya: "Aku berniat tayamum agar diperbolehkan salat karena Allah ta'ala."


Tata Cara Tayamum

1. Niat dalam hati

Berniat untuk bersuci dengan tayamum agar bisa melaksanakan ibadah, seperti salat.

2. Menepukkan kedua telapak tangan ke permukaan yang bersih

Tepukkan kedua telapak tangan sekali pada debu, tanah, atau permukaan bersih yang mengandung debu suci.

3. Mengusap wajah

Setelah menepukkan tangan, usapkan kedua telapak tangan ke seluruh bagian wajah secara merata.

Baca Juga: PP 20/2026 Ubah Peta Pajak UMKM, Siapa yang Masih Dapat 0,5 Persen?

4. Menepukkan tangan lagi (menurut sebagian pendapat)

Tepukkan kembali kedua tangan ke debu yang bersih.

5. Mengusap kedua tangan hingga pergelangan

Usapkan tangan kiri ke tangan kanan dan sebaliknya sampai pergelangan tangan. Sebagian ulama juga berpendapat hingga siku.

6. Tayamum selesai

Setelah itu, seseorang sudah dianggap suci dan dapat melaksanakan ibadah yang memerlukan bersuci.


Syarat Tayamum

  • Niat.

  • Beragama Islam.

  • Debu atau tanah yang digunakan harus bersih dan suci.

  • Tayamum dilakukan setelah masuk waktu salat menurut sebagian pendapat ulama.

  • Jika air sudah tersedia dan dapat digunakan, maka tayamum tidak berlaku lagi dan harus kembali bersuci dengan air.


FAQ

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.