Hacker Rusia Serang Sistem Telekomunisi Raksasa Ukraina, Berhasil Susupi Perusahaan Sejak Tahun Lalu

AKURAT.CO Seorang mata-mata siber Ukraina mengidentifikasi hacker Rusia di dalam sistem perusahaan telekomunikasi raksasa Ukraina, Kyivstar pada serangan siber tahun lalu.
Dikutip dari Reuters, hacker Rusia itu diidentifikasi sudah berada di perusahaan telekomunikasi raksasai Ukraina Kyivstar sejak Mei hingga November 2023.
Serangan siber oleh hacker Rusia tersebut menjadi salah satu yang paling dramatis sejak invasi pertama kali dua tahun lalu, sebab berhasil melumpuhkan salah satu perusahaan telekomunikasi raksasa dengan 24 juta pengguna selama berhari-hari sejak 12 Desember 2023.
Dalam sebuah wawancara, Kepala Departemen Keamanan Siber Badan Keamanan Ukraina (SBU), Illia Vitiuk mengungkapkan rincian eksklusif tentang peretasan tersebut.
Menurut Illia Vitiukl, peretasan oleh hacker Rusia berhasil menyebabkan kehancuran "bencana", bertujuan untuk memberikan pukulan psikologis dan mengumpulkan informasi intelijen.
"Serangan ini adalah pesan besar, peringatan besar, tidak hanya untuk Ukraina, tetapi bagi seluruh dunia Barat untuk memahami bahwa tidak ada yang benar-benar tak tersentuh," katanya.
Illia mencatat bahwa Kyivstar merupakan perusahaan swasta yang kaya dan banyak berinvestasi dalam keamanan siber.
Serangan yang terjadi menghapus hampir semua hal termasuk ribuan server virtual dan PC, kata Illia, menggambarkannya sebagai contoh pertama serangan siber yang merusak dan benar-benar menghancurkan inti dari operator telekomunikasi.
Selama penyelidikan, SBU menemukan bahwa para hacker mungkin berusaha menembus Kyivstar pada bulan Maret atau sebelumnya.
"Untuk saat ini, kami dapat mengatakan dengan aman, bahwa mereka berada di dalam sistem setidaknya sejak Mei 2023. Saya tidak bisa mengatakan sejak jam berapa mereka memiliki akses penuh, mungkin setidaknya sejak November," ungkapnya.
SBU menilai para peretas akan dapat mencuri informasi pribadi, memahami lokasi telepon, mencegat pesan SMS hingga mencuri akun Telegram dengan tingkat akses yang mereka peroleh.
Seorang juru bicara Kyivstar mengatakan bahwa perusahaan tersebut bekerja sama dengan SBU untuk menyelidiki serangan yang terjadi. Pihaknya akan mengambil semua langkah yang diperlukan untuk menghilangkan risiko di masa depan.
Baca Juga: NOAH Pamit dari Dunia Musik Indonesia, Hiatus atau Bubar?
Kyivstar sendiri merupakan yang terbesar dari tiga operator telekomunikasi utama Ukraina dengan sekitar 1,1 juta orang Ukraina yang tinggal di kota-kota kecil dan desa-desa tidak memiliki penyedia layanan lain.
Baca Juga: Bombardir Israel Sebabkan Kelaparan Hewan dan Manusia di Kebun Binatang Gaza
Lebih lanjut, Illia mengatakan serangan itu tidak berdampak besar pada militer Ukraina sebab tidak bergantung pada operator telekomunikasi dan menggunakan apa yang dia gambarkan sebagai "algoritme dan protokol yang berbeda".
"Berbicara tentang deteksi drone, berbicara tentang deteksi rudal, untungnya, tidak, situasi ini tidak terlalu mempengaruhi kami," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








