16.000 Hewan Masih Terjebak di Atas Kapal Ekspor karena Ancaman Militan Houthi di Laut Merah

AKURAT.CO Sebuah kapal yang mengangkut sekitar 14.000 domba dan 2.000 sapi berlabuh di Australia pada hari Kamis (1/2/3024) setelah membatalkan perjalanan melalui Laut Merah.
Para ternak di kapal itu lantas masih terjebak karena pemerintah memutuskan apakah akan mengizinkan mereka turun atau mengirim mereka kembali ke laut.
Hewan-hewan tersebut telah berada di kapal sejak 5 Januari. Pejabat pemerintah dan industri mengatakan bahwa mereka dalam keadaan sehat, tetapi para pendukung kesejahteraan hewan telah menyebut keadaan hewan sebagai penyiksaan.
Situasi ini menggarisbawahi dampak yang semakin meluas dari serangan milisi Houthi Yaman terhadap pelayaran di Laut Merah yang telah mengganggu perdagangan global.
Kapal MV Bahijah, dialihkan dari rutenya dari Australia ke Israel karena ancaman serangan dan diperintahkan pulang oleh pemerintah Australia.
Kapal tersebut telah berlabuh di kota Perth sejak hari Senin, membuka lembaran baru di tengah teriknya musim panas.
Kementerian Pertanian Australia mengatakan bahwa kapal MV Bahijah telah berlabuh, namun mereka masih mempertimbangkan permohonan dari eksportir, perusahaan Israel Bassem Dabbah Ltd, untuk membongkar sebagian hewan dan mengirimkan sisanya ke Israel, sebuah perjalanan yang akan memakan waktu sekitar 33 hari.
Baca Juga: VIRAL! Pasukan Israel Nyamar jadi Dokter, Bunuh Tiga Warga Palestina di Rumah Sakit
"Kapal tersebut sedang diisi ulang dengan persediaan untuk memastikan kesehatan dan kesejahteraan ternak tetap terjaga. Saat ini tidak ada hewan yang diturunkan," kata kementerian tersebut.
Semua hewan yang diturunkan harus dikarantina karena aturan biosekuriti Australia yang ketat.
Kementerian itu menambahkab bahwa mereka telah mengirim dua dokter hewan ke kapal yang melaporkan tidak ada tanda-tanda masalah kesejahteraan hewan yang signifikan, tetapi para kritikus tidak tenang.
Baca Juga: Mengenal Kataib Hizbullah, Kelompok yang Dituduh Membunuh Tiga Tentara Amerika di Yordania
"Meninggalkan domba dan sapi di MV Bahijah di tengah teriknya musim panas adalah penyiksaan terhadap hewan," ujar Senator Mehreen Faruqi, wakil ketua Partai Hijau.
"Pemerintah telah melakukan satu kesalahan besar dengan menyetujui perjalanan ini melalui zona konflik," katanya.
Baca Juga: Viral! Apa itu Tower 22? Lokasi Serangan Terhadap Pasukan Amerika Serikat di Yordania
"Mengirim mereka kembali dalam perjalanan panjang lainnya sama sekali tidak dapat diterima," tambahnya.
Sebagai informasi, Industri ekspor ternak hidup Australia mengirimkan lebih dari setengah juta domba dan setengah juta sapi ke luar negeri tahun lalu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








