Kebakaran Bangunan di Bangladesh, 45 Orang Tewas dan Puluhan Lainnya Terluka

AKURAT.CO Kebakaran besar dari gedung enam lantai yang menyebar ke restoran di Dhaka, Bangladesh menewaskan sedikitnya 45 orang dan puluhan lainnya luka-luka pada Kamis (29/2/2024) malam waktu setempat.
Dilaporkan oleh Otoritas Pemadam Kebakaran Bangladesh, kebocoran gas dari kompor menjadi penyebab utama lahapan api selama dua jam itu.
Menteri Kesehatan Bangladesh, Samanta Lal Sen mengatakan bahwa rumah sakit telah menampung 22 orang dengan luka bakar yang cukup parah.
Baca Juga: CATAT 20 Lokasi Razia Lawan Arah di Jakarta, Digelar Pagi dan Sore Hari
"Semua 22 orang berada dalam kondisi kritis," katanya setelah kunjungan ke RS Perguruan Tinggi Kedokteran Dhaka, Jumat (1/3/2024).
Perdana Menteri Bangladesh, Sheikh Hasina menyatakan keterkejutan dan kesedihan atas insiden tersebut dengan memerintahkan para pejabat untuk memberikan perawatan cepat bagi yang terluka.
Seorang yang selamat, Mohammad Altaf, menceritakan pelariannya yang sempit dari kebakaran yang menewaskan dua rekan kerjanya.
"Saya pergi ke dapur, memecahkan jendela dan melompat untuk menyelamatkan diri," katanya seraya menambahkan bahwa seorang kasir dan pelayan yang mendesak orang-orang untuk pergi pada saat-saat pertama telah meninggal kemudian.
Petugas pemadam kebakaran menggunakan derek untuk menyelamatkan orang-orang dari gedung yang hangus dan masih bekerja untuk membersihkan puing-puing juga membasmi bara api yang tersisa.
Baca Juga: Putusan MK Berlaku di 2029, Mahfud: Jangan Mimpi yang Dapat 1 Persen Bisa Masuk Sekarang
Kerabat berkumpul di rumah sakit pagi ini untuk menerima keluarga mereka yang menjadi korban, dengan beberapa orang berkabung di luar departemen darurat.
Dokter mengatakan sebagian korban tewas terbunuh karena lemas dan yang lain sekarat saat melompat dari gedung.
Pemerintah telah membentuk panel beranggotakan lima orang untuk menyelidiki insiden tersebut.
Baca Juga: Perjalanan Kereta Cepat Whoosh Ditambah Jadi 44 Jadwal per Hari, Waktu Tunggu Lebih Cepat
Pengawasan ketat terhadap Bangladesh yang menjadi pengecer pakaian global utama membantu mencegah bencana di sektor garmen sejak kebakaran pada tahun 2012 dan runtuhnya bangunan pada tahun 2013 yang menewaskan lebih dari 1.200 pekerja.
Tetapi di industri lain, terutama melayani ekonomi domestik yang sedang booming dan kurang memiliki penekanan yang sama pada keselamatan, menyebabkan ratusan orang telah meninggal dalam kebakaran.
Baca Juga: Kasus Penembakan di Jatinegara, Ghatan Saleh Tak Punya Izin Kepemilikan Senjata Api
Kebakaran umum terjadi di Dhaka wilayah Bangladesh yang terkenanl padat penduduk.
Di lokasi tersebut terdapat banyak bangunan baru yang bermunculan, namun tidak memiliki langkah-langkah keamanan yang memadai.
Kebakaran dan ledakan telah dihasilkan dari tabung gas yang rusak, AC dan kabel listrik yang buruk.
Pada Juli 2021, banyak anak-anak termasuk di antara 54 orang yang tewas di pabrik pengolahan makanan di luar Dhaka, sementara setidaknya 70 orang tewas dalam kebakaran Februari 2019 yang melanda daerah berusia berabad-abad itu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








