Akurat
Pemprov Sumsel

Amerika Serikat Akan Membangun Pelabuhan Sementara di Gaza untuk Kirim Bantuan Jalur Laut

Sulthony Hasanuddin | 8 Maret 2024, 15:39 WIB
Amerika Serikat Akan Membangun Pelabuhan Sementara di Gaza untuk Kirim Bantuan Jalur Laut

AKURAT.CO Presiden Amerika Serikat, Joe Biden mengatakan akan membangun sebuah pelabuhan sementara di pantai Mediterania Gaza untuk menerima bantuan kemanusiaan melalui jalur laut.

Perencanaan untuk operasi tersebut, yang awalnya berbasis di pulau Siprus, tidak menyertakan pengerahan personil militer Amerika Serikat di Gaza.

"Militer Amerika Serikat akan memimpin misi darurat untuk mendirikan dermaga sementara di pantai Gaza untuk menerima kapal yang membawa makanan, air, obat-obatan, dan tempat penampungan sementara," ujar Biden kepada Kongres, dikutip Jumat (8/3/2024).

Baca Juga: Profil dan Jejak Karier Akira Toriyama, Pencipta Dragon Ball yang Meninggal karena Hematoma Subdural Akut

"Tidak ada sepatu bot Amerika Serikat yang akan berada di tanah," tambahnya.

Diketahui, Amerika Serikat akan bekerja dengan mitra dan sekutu Eropa juga regional untuk membangun koalisi internasional negara-negara yang akan menyumbangkan kemampuan dan dana.

Koordinator Kemanusiaan dan Rekonstruksi PBB untuk Gaza, Sigrid Kaag, lantas menyambut niat baik AS untuk bergabung dengan inisiatif yang dikembangkan oleh Siprus untuk menciptakan koridor maritim untuk mengirimkan barang ke Gaza.

"Kami menyambut ini. Pada saat yang sama saya tidak bisa tidak mengulangi, udara dan laut bukanlah pengganti untuk darat dan tidak ada yang mengatakan sebaliknya," ujar Kaag.

Baca Juga: Pencipta Dragon Ball Akira Toriyama Meninggal Dunia di Usia 68 Tahun

Seorang pejabat Israel mengatakan pihaknya sepenuhnya mendukung penyebaran dermaga sementara di pantai Gaza dan operasi akan dilakukan dengan koordinasi penuh antara kedua belah pihak.

Dikutip dari Reuters, pelabuhan sementara akan meningkatkan bantuan kemanusiaan kepada Palestina.

Nantinya pejabat di sana akan bekerja dengan PBB dan organisasi bantuan kemanusiaan yang memahami distribusi bantuan di Gaza. 

Operasi tersebut akan membutuhkan waktu beberapa minggu untuk perencanaan dan pelaksanaannya, dengan pasukan AS yang diperlukan berada di wilayah tersebut atau akan segera mulai bergerak ke sana.

Operasi pendistribusian akan dibangun di atas inisiatif Siprus yang menyerukan pengumpulan bantuan kemanusiaan di kota pelabuhan Pulau Larnaca, 210 mil laut dari Gaza.

Baca Juga: Indonesia Menyusul, 5 Negara Ini Sudah Terapkan Sistem Kerja 4 Hari dalam Seminggu

Hal tersebut akan memungkinkan pejabat Israel untuk menyaring pengiriman sebelum mereka menuju ke Gaza.

Di sisi lain, pelabuhan sementara pada awalnya akan dijalankan militer, namun Amerika Serikat membayangkannya menjadi fasilitas yang dijalankan secara komersial.

Pengumuman Joe Biden itu muncul ketika dirinya berusaha meredakan kemarahan Partai Demokrat atas dukungannya terhadap Israel dalam serangannya di Gaza sejak 7 Oktober, mengingat banyaknya korban jiwa yang berjatuhan di daerah kantong Palestina tersebut.

Para pejabat senior pemerintahan mengatakan bahwa Hamas menunda kesepakatan baru dengan Israel mengenai gencatan senjata selama enam minggu dan pembebasan para sandera karena tidak setuju untuk membebaskan para tawanan yang sakit dan lanjut usia.

Baca Juga: Kabar Gembira! Erick Thohir Bolehkan Pegawai BUMN Libur 3 Hari Seminggu

Kesepakatan itu sudah ada di atas meja sekarang dan sudah lebih dari seminggu terakhir, kata seorang pejabat, mengacu pada negosiasi yang macet di Mesir.

Menambahkan bahwa gencatan senjata sementara itu diperlukan untuk memberikan bantuan segera kepada rakyat Gaza.

Hamas menyalahkan kebuntuan tersebut pada penolakan Israel atas tuntutannya mengakhiri serangan dan menarik mundur pasukannya.

Keputusan Biden untuk memerintahkan pembangunan pelabuhan sementara itu juga muncul di tengah peringatan PBB tentang kelaparan yang meluas di antara 2,3 juta warga Palestina di Gaza setelah hampir lima bulan pertempuran antara pasukan Israel dan Hamas.

Sebagian besar wilayah Gaza telah hancur dan sebagian besar penduduknya mengungsi akibat pengeboman Israel yang intens.

Baca Juga: China Naikkan Anggaran Perang Rp3.600 Triliun, Siap Perang dengan Taiwan?

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.