Gangguan Teknologi Lumpuhkan Operasional McDonald's di Beberapa Negara, Indonesia Termasuk?

AKURAT.CO Restoran cepat saji McDonald's di beberapa negara termasuk Inggris dan Australia telah dilanda gangguan teknologi, yang dibantah oleh jaringan restoran cepat saji tersebut disebabkan oleh serangan keamanan siber.
Australia, Inggris, Jepang, hingga Tiongkok termasuk di antara pasar yang terkena dampaknya, dengan restoran, drive-true, dan pemesanan online.
Di Inggris, seorang pemilik waralaba yang mengoperasikan 21 cabang di Midlands mengatakan bahwa selama 90 menit pada hari Jumat pekan lalu mereka tidak dapat melayani siapa pun.
Di Hong Kong, halaman Facebook McDonald's mengatakan bahwa kios pemesanan mandiri dan pemesanan melalui telepon genggam tidak berfungsi, sehingga meminta para pelanggan untuk memesan di konter restoran.
Baca Juga: Jokowi Ucapkan Selamat ke Jonatan Christie dan Fajar/Rian Juarai All England 2024
McDonald's mengatakan pemadaman terjadi sekitar pukul 5 pagi di Inggris dan bahwa banyak restoran telah kembali online pada Jumat sore meskipun beberapa masih dalam proses untuk kembali online.
Brian Rice, kepala informasi global perusahaan, mengatakan bahwa masalah ini bukan disebabkan oleh serangan siber.
Dia mengindikasikan bahwa hal itu disebabkan oleh perubahan yang tidak ditentukan pada sistem TI yang dijalankan oleh kontraktor luar untuk McDonalds, dan menyalahkan penyedia pihak ketiga selama perubahan konfigurasi.
"Apa yang terjadi hari ini merupakan pengecualian dari norma, dan kami bekerja dengan sangat mendesak untuk mengatasinya," tulis Rice dalam sebuah pesan kepada para karyawan dan mitra waralaba McDonald's, dikutip Senin (18/3/2024).
Baca Juga: Polisi Cek DNA 4 Korban yang Terjun dari Lantai 22 Apartemen Teluk Intan, Jakarta Utara
McDonald's memiliki sekitar 40.000 gerai di seluruh dunia, dengan lebih dari 14.000 gerai di Amerika Serikat.
Juru bicara McDonald's di Inggris mengatakan bahwa pemadaman listrik yang berdampak pada restoran-restorannya telah teratasi" di Inggris dan Irlandia.
Di Inggris, situs Downdetector, yang menandai pemadaman pada aplikasi, melaporkan lebih dari 1.000 pemadaman pada aplikasi McDonald's pada hari Jumat antara pukul 6 pagi dan 3 sore dengan lonjakan sekitar pukul 7 pagi.
Dalam sebuah unggahan di platform media sosial X, seorang pelanggan di Australia mengatakan bahwa tidak mungkin untuk membeli apa pun melalui drive-true atau online.
Juru bicara McDonald's di Australia mengatakan bahwa masalah tersebut telah mempengaruhi restoran secara nasional tetapi semua gerai telah dibuka kembali.
Jepang juga terkena dampaknya, dengan akun X McDonald's Jepang mengonfirmasi adanya kegagalan sistem yang berdampak pada gerai-gerai.
Baca Juga: Ustadz Muhammad Abror: Beribadah dengan Memperhatikan Aspek Sosial di Bulan Ramadhan
"Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan dan meminta Anda untuk menunggu beberapa saat hingga layanan pulih," demikian terjemahan dari postingan media sosial tersebut.
Banyak gerai McDonald's di Jepang berhenti menerima pesanan pelanggan yang datang langsung dan pelanggan yang menggunakan ponsel karena adanya gangguan sistem, menurut seorang juru bicara.
Sebagai informasi, McDonald's memiliki hampir 3.000 gerai di Jepang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








