Akurat
Pemprov Sumsel

Heboh Kiriman Balon Sampah, Korea Selatan Ancam Menangguhkan Perjanjian Militer dengan Korea Utara

Sulthony Hasanuddin | 3 Juni 2024, 15:34 WIB
Heboh Kiriman Balon Sampah, Korea Selatan Ancam Menangguhkan Perjanjian Militer dengan Korea Utara

AKURAT.CO Kantor Kepresidenan Korea Selatan berencana untuk menangguhkan perjanjian militer yang ditandatangani pada tahun 2018 setelah teror balon sampah Korea Utara terus berlanjut pada Senin (3/6/2024).

Korea Selatan memperingatkan akan adanya tanggapan keras terhadap balon sampah Korea Utara yang terus dikirim negara tetangganya itu.

Seperti diketahui, ratusan balon sampah Korea Utara terus diluncurkan melintasi perbatasan ke seluruh Korea Selatan, yang disebut sebagai sebuah provokasi.

Baca Juga: Heboh, Korea Utara Dituduh Mengirimkan Balon Propaganda yang Membawa Kotoran ke Korea Selatan

Dewan Keamanan Nasional mengatakan mereka akan membahas rencana penangguhan keseluruhan perjanjian militer untuk mendapat persetujuan kabinet pada pertemuan hari Selasa besok.

Penundaan perjanjian tersebut akan membuka jalan bagi Korea Selatan untuk melakukan pelatihan di dekat perbatasan militer dan mengambil langkah-langkah yang cukup dan segera dalam menanggapi provokasi Korea Utara, kata Dewan Keamanan dalam sebuah pernyataan.

Namun mereka tidak merinci tindakan apa yang mungkin diambil.

Baca Juga: Boikot! Deretan Negara Ini Larang Paspor Israel Masuk ke Wilayahnya, Ada Indonesia?

Perjanjian tersebut, yang merupakan kesepakatan paling substantif yang dihasilkan dari pertemuan puncak bersejarah antara kedua Korea pada tahun 2018, telah dibatalkan ketika Korea Utara menyatakan tahun lalu bahwa pihaknya tidak lagi terikat oleh perjanjian tersebut.

Sejak itu, Korea Utara mengerahkan pasukan dan senjata di pos penjagaan dekat perbatasan militer.

Dengan terus mematuhi pakta tersebut, Dewan Keamanan mengatakan ada banyak masalah dalam postur kesiapan militer mereka.

Korea Selatan sebelumnya mengatakan bahwa mereka akan mengambil tindakan yang tidak dapat ditoleransi terhadap Korea Utara karena mengirimkan balon sampah melintasi perbatasan.

Baca Juga: PDIP: Masyarakat Rindu Kepemimpinan Ahok di Jakarta

Di sisi lain, Korea Utara mengatakan bahwa balon-balon tersebut merupakan pembalasan atas kampanye propaganda yang dilakukan oleh para pembelot negara mereka dan aktivis di Korea Selatan.

Menurut Korea Utara mereka secara teratur mengirimkan balon berisi selebaran anti-Korut yang berisi makanan, obat-obatan, uang, dan stik USB yang berisi video musik dan drama K-pop.

Baca Juga: Febri Diansyah Dapat Honor Rp800 Juta Saat Jadi Pengacara SYL

Negara komunis itu lantas bereaksi dengan marah terhadap kampanye tersebut, karena khawatir mengenai dampak potensial dari materi terhadap psikologi orang-orang yang membaca atau mendengarkannya dan terhadap kendali negara terhadap masyarakat.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.