Terjadi Lagi, Korsel Lepaskan Tembakan Peringatan Usai Tentara Korut Terlihat Lintasi Garis Demarkasi Jelang Kunjungan Vladimir Putin

AKURAT.CO Militer Korea Selatan (Korsel) melepaskan tembakan peringatan setelah tentara Korea Utara (Korut) melintasi Garis Demarkasi Militer dekat perbatasan pada hari Selasa (18/6/2024).
Kepala Staf Gabungan (JCS) melaporkan sekitar 20 hingga 30 tentara Korut melanggar garis sejauh 20 meter di dalam zona demiliterisasi pada Selasa pagi dan bergerak kembali ke utara setelah tembakan peringatan dilepaskan oleh Korsel.
JCS tidak menganggap pelanggaran itu disengaja dan melaporkan banyak tentara Korut yang menderita hingga menjadi korban saat bekerja akibat ledakan ranjau darat di zona demiliterisasi dengan Korsel.
Baca Juga: Tok! Netanyahu Bubarkan Kabinet Perang Israel, Ternyata Ini Alasannya
Militer Korea Utara telah melakukan berbagai kegiatan di garis depan termasuk mengerahkan tentara dan menanam ranjau darat, tambah pejabat JCS.
Menurut JCS, kegiatan tersebut tampaknya merupakan bagian dari upaya untuk memperketat kontrol perbatasan dan mencegah warga Korea Utara membelot ke Korea Selatan.
"Militer Korea Selatan melacak dengan cermat aktivitas militer Korea Utara di garis depan serta bekerja sama dengan Komando PBB," kata pejabat JCS seperti dikutip dalam sebuah pernyataan.
Insiden itu terjadi ketika Presiden Rusia, Vladimir Putin akan mengunjungi Korea Utara pada hari Selasa dan Rabu untuk pertama kalinya dalam 24 tahun.
Baca Juga: Bolehkah Menjual Daging Kurban, Bagaimana Hukumnya dalam Islam?
Pekan lalu, militer Korea Selatan juga melepaskan tembakan peringatan setelah sekitar 20 tentara Korea Utara melintasi perbatasan sebentar.
Pelanggaran tersebut terjadi sekitar pukul 12.30 siang waktu setempat pada hari Minggu, ketika pasukan Korut di Zona Demiliterisasi (DMZ) melintasi garis demarkasi militer.
Baca Juga: Rumah Warga Kebakaran di Tanjung Priok Jakut, Dua Lansia Terluka
Juru bicara JCS, Kolonel Lee Sung-jun mengatakan militer Korsel tidak menganggap pelanggaran Korut itu disengaja karena wilayah tersebut merupakan hutan lebat, sehingga menutupi tanda perbatasan atau jalan apa pun.
Baca Juga: Gempa Dangkal Guncang Cianjur, Waspada Potensi Susulan
"Mereka menuju ke utara segera setelah militer kami menyiarkan peringatan dan tembakan peringatan, dan tidak ada pergerakan yang tidak biasa," katanya dalam sebuah pengarahan.
Kantor Berita Yonhap mengutip seorang pejabat JCS yang tidak disebutkan namanya, melaporkan sebagian besar pasukan membawa kapak dan peralatan lainnya, dan tampaknya menghilang.
Insiden ini terjadi ketika Korut mengirimkan ribuan balon berisi sampah dalam beberapa hari terakhir ke Korsel, termasuk sekitar 600 balon pada akhir pekan.
Tindakan itu disebut sebagai 'hadiah' untuk pembelot Korut dan aktivis Korsel yang telah menerbangkan balon-balon yang membawa selebaran anti-Pyongyang juga paket bantuan ke arah lain melintasi perbatasan.
Baca Juga: Asal Usul Hari Tasyrik dan Mengapa Kita Diharamkan Berpuasa?
Korsel sendiri menangguhkan pakta militer antar-Korea tahun 2018 dan melanjutkan aktivitas militer di sekitar perbatasan termasuk memasang kembali pengeras suara, menyebut tindakan Korut berbahaya dan mendasar.
Militer Korsel sebelumnya telah melepaskan tembakan peringatan kepada tentara Korut yang melintasi perbatasan, namun sebagian besar insiden tersebut terjadi di sekitar perbatasan maritim yang disengketakan oleh Pyongyang.
Kedua Korea secara teknis masih berperang setelah konflik mereka pada tahun 1950-1953 berakhir dengan gencatan senjata, bukan perjanjian damai.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









