AKURAT.CO Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyuarakan keprihatinan atas situasi kemanusiaan di Jalur Gaza dan meminta Israel mengizinkan pengiriman bantuan ke wilayah Palestina yang porak poranda akibat perang.
"Operasi kemanusiaan di Gaza harus difasilitasi sepenuhnya dan semua hambatan harus dihilangkan," kata Wakil Juru Bicara Sekjen PBB, Farhan Haq.
Dia menekankan bahwa kendala akses terus sangat melemahkan penyaluran bantuan dan layanan kemanusiaan di Gaza.
Dia menjelaskan, pada periode 1-18 Juni, dari 61 misi bantuan kemanusiaan terkoordinasi ke Gaza utara, 28 misi difasilitasi oleh otoritas Israel, delapan misi ditolak aksesnya, 16 misi terhambat dan sembilan misi dibatalkan karena alasan logistik, operasional atau keamanan.
Baca Juga: Jadwal Siaran Langsung Piala Amerika 2024, 21 - 25 Juni: Dibuka Laga Argentina vs Kanada
Akibatnya, ratusan ribu pengungsi di Gaza selatan menderita karena buruknya akses terhadap tempat tinggal, kesehatan, makanan, air dan sanitasi.
"Dari tanggal 7 hingga 14 Juni, badan kemanusiaan PBB, OCHA, memimpin penilaian kemanusiaan di empat lokasi pengungsian di selatan Gaza; Deir al Balah, dua di Khan Younis dan dua di wilayah Al Mawasi di Rafah," ujar Farhan Haq.
Ia menekankan bahwa akses terhadap air sangat rendah dan masyarakat harus mengantre berjam-jam untuk mendapatkannya, dan terpaksa bergantung pada air laut untuk keperluan rumah tangga.
"Banyak rumah tangga melaporkan hanya makan satu kali setiap hari, bahkan ada yang makan satu kali setiap dua atau tiga hari. Sebagian besar bergantung pada roti, berbagi makanan dengan keluarga lain dan menjatah stok," jelas Farhan Haq, dikutip dari Anadolu, Jumat (21/6/2024).
Baca Juga: Kemendikbudristek Minta Pemda Kurangi Diskriminasi dalam PPDB
Diketahui, Israel menghadapi kecaman internasional setelah mengabaikan Resolusi Dewan Keamanan PBB yang menuntut gencatan senjata segera di Jalur Gaza.
Lebih dari 37.350 warga Palestina terbunuh di Gaza sejak perang pertama kali meletus Oktober 2023.
Sebagian besar korban adalah perempuan dan anak-anak.
Otoritas kesehatan Gaza mencatat, lebih dari 85.400 warga sipil menjadi korban luka.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









