Percobaan Pembunuhan Donald Trump di Kampanye Pemilu AS, Penyerang Tewas dalam Penyergapan

PAKURAT.CO Mantan Presiden Amerika Serikat sekaligus calon presiden dari Partai Republik, Donald Trump, mengaku telah menjadi korban percobaan pembunuhan saat kampanye di Butler, Pennsylvania.
Insiden tersebut terjadi pada malam hari, 13 Juli sekitar pukul 18.15 waktu setempat, ketika seorang pria bersenjata menembakkan sejumlah peluru ke arah panggung dari posisi yang lebih tinggi di luar lokasi kampanye.
Trump mengatakan bahwa ia merasakan "peluru merobek kulit" di bagian telinga dan mendengar "suara berdesing". Video dari lokasi kejadian menunjukkan Trump terjatuh dan kemudian berdiri dengan darah di sisi wajahnya.
Menurut pernyataan resmi dari Dinas Rahasia AS, penyerang melepaskan beberapa tembakan ke arah panggung dari atap di dekat lokasi kampanye.
Baca Juga: Fundamental Ekonomi Indonesia Dinilai Masih Lemah, INDEF: Ini Tantangan Besar Bagi Presiden Terpilih
Petugas Dinas Rahasia AS yang bertugas sebagai pasukan pengamanan presiden dan mantan presiden segera merespons dan menetralisir penyerang di tempat kejadian. Penyerang tersebut dinyatakan tewas di lokasi.
"Saat kampanye mantan Presiden Trump di Butler, Pennsylvania, seorang tersangka penembak melepaskan beberapa tembakan ke arah panggung dari posisi yang lebih tinggi di luar tempat kampanye. Personel Dinas Rahasia AS menetralisir penembak tersebut, yang kini telah meninggal dunia. Dinas Rahasia AS dengan cepat merespons dengan tindakan perlindungan dan mantan Presiden Trump selamat. Satu orang pengunjung tewas, dan dua orang lainnya mengalami luka kritis. Insiden ini sedang diselidiki dan Dinas Rahasia AS telah memberi tahu FBI," demikian pernyataan resmi Dinas Rahasia AS.
Selain Donald Trump, serangan ini juga menyebabkan satu orang pengunjung tewas dan dua orang lainnya mengalami luka kritis. Para korban segera dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis.
Seorang saksi mata yang diwawancarai oleh BBC menyatakan bahwa ia melihat seorang pria dengan senapan di atap sebelum tembakan terdengar. Kejadian ini mengejutkan para peserta kampanye dan menimbulkan kekhawatiran akan keamanan dalam acara politik.
Baca Juga: PUBG Mobile Masuk Jajaran Game Mobile Terpopuler, Efek Update Baru Perang Bawah Laut!
Dinas Rahasia AS telah memulai penyelidikan atas insiden ini dan berkoordinasi dengan FBI untuk mengungkap motif di balik serangan tersebut. Hingga kini, identitas penyerang belum diumumkan secara resmi.
Pihak kampanye Trump belum memberikan komentar lebih lanjut mengenai insiden ini, namun mereka menyatakan bahwa keamanan akan diperketat dalam acara-acara berikutnya untuk memastikan keselamatan semua peserta.
Di sisi lain, Insiden percobaan pembunuhan ini menambah daftar panjang tantangan keamanan yang dihadapi oleh calon presiden dan pejabat tinggi di Amerika Serikat.
Dinas Rahasia AS dan lembaga penegak hukum lainnya terus bekerja keras untuk melindungi tokoh-tokoh penting dan memastikan keamanan dalam kegiatan politik di seluruh negeri.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









