Duka di Teheran: Rakyat Iran Berkabung Atas Tewasnya Pemimpin Hamas Ismail Haniyeh

AKURAT.CO Rakyat Iran berbondong-bondong untuk berkabung atas pembunuhan pemimpin politik Hamas, Ismail Haniyeh, pada hari Kamis (1/8/2024).
Hari berkabung di Teheran dilakukan sehari setelah Haniyeh dibunuh di ibu kota Iran dalam serangan yang meningkatkan kekhawatiran akan konflik langsung antara negara itu dan musuh bebuyutannya, Israel.
TV negara menyiarkan secara langsung gambar-gambar Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei memimpin doa di pemakaman Haniyeh di Universitas Teheran, di mana ribuan pelayat yang berpakaian serba hitam meneriakkan "Matilah Israel" dan "Matilah Amerika".
Jenazahnya akan diterbangkan ke Qatar, di mana Haniyeh biasanya tinggal, untuk dimakamkan pada hari Jumat.
"Beristirahatlah dengan tenang, Abu Al-Abed Ismail Haniyeh. Bangsa kita, Iran, Poros Perlawanan, rakyatmu, pejuangmu bersatu dalam pilihan perlawanan untuk mengakhiri pendudukan Zionis," kata wakil kepala Hamas di Gaza, Khalil Al-Hayya dalam pidato yang disiarkan televisi di Universitas Teheran.
Sebagai informasi, Poros Perlawanan adalah aliansi yang dibangun selama empat dekade dukungan Iran untuk melawan pengaruh Israel dan AS di Timur Tengah.
Iran dan kelompok militan Islam Palestina Hamas menuduh Israel melakukan serangan yang membunuh Haniyeh beberapa jam setelah dia menghadiri pelantikan presiden baru Iran di Teheran pada hari Rabu.
Namun, pejabat Israel belum mengklaim bertanggung jawab atas serangan itu yang memicu ancaman balas dendam dan menambah kekhawatiran bahwa konflik Israel-Hamas di Gaza berubah menjadi perang total di Timur Tengah.
Dampak Kematan Ismail Haniyeh
Baca Juga: PBB Tuntut Israel Bertanggung Jawab Atas Laporan Penyiksaan Tahanan di Gaza
Sayap bersenjata Hamas mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pembunuhan Haniyeh akan membawa pertempuran ke dimensi baru dan memiliki dampak besar.
Berjanji untuk membalas, Iran menyatakan tiga hari berkabung nasional pada hari Rabu dan mengatakan AS bertanggung jawab karena dukungannya terhadap Israel.
"Semua front perlawanan akan membalas darah Haniyeh," kata Ali Akbar Ahmadian, sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran.
Risiko Konflik Meluas
Baca Juga: Sosok Fuad Shukr, Veteran Hizbullah yang Tewas dalam Serangan Israel di Beirut
Wilayah ini menghadapi risiko konflik yang meluas antara Israel, Iran, dan proksi-proksinya setelah pembunuhan Haniyeh dan pembunuhan komandan senior Hezbollah pada hari Selasa dalam serangan Israel di pinggiran ibu kota Lebanon, Beirut.
Pada 13 April, Iran meluncurkan serangkaian rudal dan drone ke Israel dalam apa yang disebutnya sebagai pembalasan atas dugaan serangan mematikan Israel di kompleks kedutaan besarnya di Damaskus pada 1 April, tetapi hampir semuanya berhasil ditembak jatuh.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








