Akurat
Pemprov Sumsel

Hamas Mundur dari Negosiasi Gencatan Senjata, Apakah Perang Gaza Akan Semakin Meluas?

Sulthony Hasanuddin | 14 Agustus 2024, 21:34 WIB
Hamas Mundur dari Negosiasi Gencatan Senjata, Apakah Perang Gaza Akan Semakin Meluas?

AKURAT.CO Kelompok Islam Palestina, Hamas, menyatakan pada hari Rabu (14/8/2024) bahwa mereka tidak akan ikut serta dalam putaran baru pembicaraan gencatan senjata Gaza yang dijadwalkan pada hari Kamis di Qatar.

Mundurnya Hamas dari pembicaraan lantas mengurangi harapan untuk tercapainya gencatan senjata yang menurut sumber-sumber Iran bisa mencegah serangan langsung negara itu terhadap Israel.

Amerika Serikat telah mengatakan bahwa mereka mengharapkan pembicaraan tidak langsung tetap berjalan sesuai rencana di ibu kota Qatar, Doha dan bahwa perjanjian gencatan senjata masih mungkin tercapai.

Baca Juga: Salut! Ajudan Spill Bantuan Tersembunyi Prabowo ke Warga Muara Angke, Mulai dari Pengobatan Gratis hingga Fasilitas Olahraga Baru

Namun, Axios melaporkan bahwa Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken telah menunda perjalanannya ke Timur Tengah yang sebelumnya diharapkan dimulai pada hari Selasa.

Sementra tiga pejabat senior Iran mengatakan bahwa hanya kesepakatan gencatan senjata di Gaza yang dapat menahan Iran dari pembalasan langsung terhadap Israel atas pembunuhan pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh, di wilayahnya bulan lalu.

Pemerintah Israel mengatakan akan mengirim delegasi ke pembicaraan hari Kamis, tetapi Hamas, kelompok militan Palestina yang menguasai Gaza, meminta rencana yang dapat diimplementasikan untuk menjalankan proposal yang telah mereka setujui daripada pembicaraan lebih lanjut.

"Hamas berkomitmen pada proposal yang disampaikan pada 2 Juli, yang didasarkan pada resolusi Dewan Keamanan PBB dan pidato Biden, dan gerakan ini siap untuk segera memulai diskusi mengenai mekanisme implementasinya," ujar pejabat senior Hamas, Sami Abu Zuhri.

"Melanjutkan negosiasi baru hanya akan memungkinkan penjajah untuk memberlakukan syarat-syarat baru dan menggunakan labirin negosiasi untuk melakukan lebih banyak pembantaian," tambahnya.

Tidak ada tanda-tanda peredaan dalam pertempuran di Gaza, di mana penduduk kota Khan Younis di selatan mengatakan bahwa pasukan Israel meledakkan rumah-rumah di timur dan meningkatkan penembakan tank di daerah pusat kota bagian timur.

Baca Juga: Conor McGregor 'Ngebet' Tampil Desember, Presiden UFC: Dia tidak akan Bertarung Tahun Ini

Israel mengatakan mereka merespons serangan roket Hamas ke arah Tel Aviv pada hari Selasa dan telah menghantam landasan peluncuran roket serta militan di antara 40 target militer selama 24 jam, termasuk di Gaza tengah, Khan Younis, dan Rafah barat di selatan.

Kelompok bersenjata Hamas dan Jihad Islam mengatakan mereka telah menyerang pasukan Israel di beberapa area, sementara pejabat kesehatan Palestina mengatakan serangan Israel telah menewaskan setidaknya 14 orang pada hari Rabu, sebagian besar di pusat dan selatan.

Hamas juga mengatakan bahwa pejuangnya terlibat dalam pertempuran sengit dengan pasukan Israel di wilayah Palestina lainnya, yaitu Tepi Barat yang diduduki Israel, di mana Israel mengatakan telah membunuh sejumlah militan.

Baca Juga: Ini yang Dibeli Harvey Moeis dari Uang Korupsi Timah

Peluang Diplomasi yang Tidak Pasti

Kesepakatan gencatan senjata akan bertujuan untuk mengakhiri pertempuran di Gaza dan memastikan pembebasan sandera Israel yang ditahan di daerah kantong tersebut dengan imbalan banyak warga Palestina yang dipenjara oleh Israel, namun kedua belah pihak masih terpecah oleh urutan dan masalah lainnya.

Hamas ingin kesepakatan untuk mengakhiri perang dan penarikan pasukan Israel dari Gaza sebagai prasyarat dasar untuk membebaskan sandera.

Sementara Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengatakan dia hanya akan setuju untuk jeda dalam pertempuran untuk memungkinkan sebanyak mungkin sandera kembali.

Dia berulang kali mengatakan bahwa perang hanya dapat berakhir ketika Hamas dihancurkan.

Baca Juga: Lupakan Capaian di Olimpiade Paris, Indonesia Diminta Siapkan Diri untuk Los Angeles 2028

Serangan yang dipimpin Hamas terhadap komunitas Israel di sekitar Jalur Gaza pada 7 Oktober menewaskan sekitar 1.200 orang, dengan lebih dari 250 orang ditahan di Gaza, menurut data Israel, dalam salah satu pukulan paling dahsyat terhadap Israel dalam sejarahnya.

Sebagai tanggapan, pasukan Israel telah menghancurkan sebagian besar Gaza, mengusir sebagian besar penduduk, dan menewaskan sekitar 40.000 orang, menurut kementerian kesehatan Palestina, menyebabkan teror di seluruh dunia.

Israel mengatakan telah kehilangan lebih dari 300 tentara. Serangan roket Hamas ke wilayahnya terus berlanjut.

Baca Juga: Sinopsis Film Jarhead, Kisah Seorang Marinir Bertahan Hidup dalam Perang Teluk

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.